Kendari — Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari Sulawesi Tenggara (Sultra) menampilkan beragam produk tenun khas serta kuliner lokal unggulan dalam pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026. Ajang tahunan yang memasuki penyelenggaraan ke-11 ini digelar oleh Bank Indonesia (BI) dan menjadi ruang promosi bagi UMKM binaan Kantor Perwakilan BI Provinsi Sultra untuk memperluas jejaring pasar, baik nasional maupun global.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Sultra, Edwin Permadi, mengatakan keikutsertaan UMKM Sultra di ajang berskala nasional tersebut tidak hanya bertujuan mengenalkan keunikan produk daerah, tetapi juga membuka peluang membangun jejaring, memperluas akses pasar, serta meningkatkan kualitas dan inovasi produk.
Pada kategori wastra, Sultra menghadirkan produk tenun yang diwakili Annisa Tenun Masalili, Sultra Tenun, dan Tenun Buton. Kekayaan wastra daerah ini juga tampil dalam panggung Fashion Wastra KKI 2026 bertema “Romansa Muda”, melalui kolaborasi Annisa Tenun Masalili dengan desainer nasional Dery Rizkianto dan Peggy Hartanto yang memadukan motif tradisional Sultra dengan sentuhan desain kontemporer.
Sementara pada sektor kuliner dan olahan lokal, Sultra membawa komoditas unggulan Anoa Coffee dan Arentim di area Cangkir Nusantara. Sejumlah produk makanan olahan khas daerah lainnya turut diperkenalkan, di antaranya Coklat Anoa, Bravo Mete, Saraba Al Amin, Bin Amr Food, Biwon, serta berbagai olahan sagu dan kelapa kampung.
KKI 2026 mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing”. Kegiatan di Jakarta itu dibuka oleh Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia Destry Damayanti bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional Selvi Gibran Rakabuming, serta dihadiri sejumlah menteri dan pimpinan lembaga tinggi negara.
Dalam kesempatan tersebut, Destry menyampaikan penguatan UMKM ke depan dirumuskan melalui tiga kata kunci: bangkit, tangguh, dan berdaya saing. “Bangkit” dimaknai sebagai semangat pemulihan, “tangguh” melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan, serta “berdaya saing” lewat inovasi produk dan perluasan pasar.
Secara keseluruhan, KKI 2026 yang berlangsung pada 20–23 Agustus 2026 melibatkan lebih dari 550 UMKM secara luring di Jakarta International Convention Center (JICC) dan lebih dari 1.300 UMKM secara daring melalui platform www.karyakreatifindonesia.co.id. Jumlah partisipan tersebut meningkat dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya.