BERITA TERKINI
UMKM Kuliner Rumahan di Tanah Bumbu, Putri Nur Pitasari Catat Omzet Rp5 Juta per Bulan

UMKM Kuliner Rumahan di Tanah Bumbu, Putri Nur Pitasari Catat Omzet Rp5 Juta per Bulan

Batulicin—Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Perumahan Plajau Indah Blok I2 No 20, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Putri Nur Pitasari mencatat omzet sekitar Rp5 juta per bulan dari usaha kuliner rumahan yang dikelolanya.

Pemilik UMKM Khalisa Dessert itu mengatakan produk yang diolah meliputi salad buah, aneka puding, kue ulang tahun, serta dimsum atau makanan kecil khas Tiongkok yang disajikan dalam porsi sekali gigit.

Dalam satu bulan, Putri menyebut mampu memproduksi sekitar 50 item yang dipasarkan secara daring dan melalui pasar modern di Tanah Bumbu. Dalam operasionalnya, ia melibatkan satu orang karyawan.

Putri mengakui ada sejumlah tantangan dalam menjalankan usaha kuliner rumahan, terutama terkait ketahanan produk. Menurutnya, risiko penurunan kualitas hingga kerugian dapat terjadi ketika stok tidak terjual dalam waktu singkat dan akhirnya harus dibuang, mengingat produk makanan tidak dapat bertahan lama pada suhu ruang.

Untuk mengurangi risiko tersebut, Putri membatasi stok harian dan mengolah bahan baku secukupnya sesuai perkiraan penjualan. Ia juga memilih pengiriman yang lebih cepat dengan menggunakan jasa kurir instan.

Selain menjaga kualitas dan efisiensi produksi, Putri menyampaikan pihaknya tengah menjajaki pengembangan produk dengan varian baru sebagai langkah memperluas pilihan bagi pelanggan.

Kepada pelaku UMKM pemula di Tanah Bumbu, Putri berpesan agar tetap semangat, menjalankan usaha sesuai kemampuan diri, serta tidak menjatuhkan pelaku usaha lain. Ia menilai setiap usaha besar berawal dari langkah kecil yang membutuhkan ketekunan, konsistensi, dan pelayanan terbaik bagi pelanggan.

Sementara itu, Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif melalui Kepala Bidang Perdagangan dan Kemetrologian pada Dinas Koperasi Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Tanah Bumbu, Hendro Satria Rakhmatullah, menyampaikan pemerintah daerah telah melakukan sosialisasi terkait pemberian ruang pemasaran bagi UMKM di toko ritel modern di Tanah Bumbu, seperti Toko GS, Mentari Mart, dan Toko Kue Amanda.

Hendro juga menyebut rencana program “pojok UMKM” yang ditargetkan mulai awal 2027, dengan mempertemukan pengelola Indomaret atau Alfamart dengan pelaku UMKM Tanah Bumbu agar produk mereka memiliki akses pasar yang lebih luas dan kualitas yang baik.

Meski demikian, Hendro menekankan pelaku UMKM tetap perlu melengkapi persyaratan yang ditetapkan agar produk yang ditawarkan dapat bersaing dan sesuai dengan standar produk lain di pasar nasional.