BERITA TERKINI
UMKM Kuliner Perkuat Karakter Rasa untuk Bersaing di Industri Makanan dan Minuman

UMKM Kuliner Perkuat Karakter Rasa untuk Bersaing di Industri Makanan dan Minuman

Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor kuliner terus mencari cara untuk membedakan produk mereka di tengah persaingan industri makanan dan minuman yang kian ketat. Salah satu strategi yang banyak ditempuh adalah membangun karakter rasa yang mudah dikenali konsumen.

Ayam goreng menjadi contoh produk kuliner yang sangat umum dijumpai, mulai dari warung makan hingga gerai modern. Kondisi ini mendorong pelaku usaha menghadirkan berbagai inovasi rasa agar mampu menarik perhatian pasar.

Pemilik Ayam Bawang Putih Gledek, Astari Cita Marini, mengatakan ide menjadikan bawang putih sebagai karakter utama produknya berangkat dari pertimbangan bahwa ayam goreng sudah sangat familiar bagi masyarakat.

“Kami melihat ayam goreng adalah produk yang sangat familiar bagi masyarakat. Karena itu, kami ingin memiliki karakter yang mudah diingat. Bawang putih kami jadikan bagian utama dari identitas produk agar konsumen memiliki pengalaman rasa yang berbeda,” ujar Astari dalam keterangan yang diterima, Senin, 28 September 2026.

Menurut Astari, tantangan dalam bisnis kuliner tidak hanya terletak pada upaya menciptakan rasa yang berbeda, tetapi juga menjaga konsistensinya ketika usaha berkembang. Ia menekankan konsistensi rasa sebagai bagian penting dalam membangun identitas produk, sehingga konsumen dapat langsung mengenali karakter Ayam Bawang Putih Gledek.

“Kami ingin ketika orang mendengar Ayam Bawang Putih Gledek, mereka langsung memiliki asosiasi dengan ayam goreng yang punya karakter bawang putih. Konsistensi rasa menjadi bagian penting agar identitas tersebut benar-benar terbentuk di benak konsumen,” jelasnya.

Persaingan di industri makanan dan minuman di Indonesia tercatat cukup besar. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan terdapat sekitar 5,28 juta usaha penyediaan makanan dan minuman pada 2024, meningkat sekitar 8,71 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, pada Semester I 2026, sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum tumbuh 11,83 persen secara kumulatif dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Besarnya pasar membuka peluang bagi UMKM, namun sekaligus memperketat kompetisi.

Dalam situasi tersebut, pelaku usaha ayam goreng tidak hanya mengandalkan harga dan porsi untuk menarik konsumen. Rasa, kualitas, identitas produk, serta konsistensi menjadi faktor yang diperhatikan untuk mempertahankan pelanggan.

Inovasi rasa pun terus dikembangkan sebagai pembeda di tengah banyaknya pilihan kuliner. Tantangannya bukan hanya membuat konsumen tertarik mencoba, tetapi juga menjaga karakter rasa agar tetap konsisten dan mudah dikenali dalam jangka panjang.