BERITA TERKINI
Uji Coba Teracak: Probiotik dan Konseling Gaya Hidup Dinilai Pengaruhi Status Gizi serta Antibodi SARS-CoV-2 pada Remaja

Uji Coba Teracak: Probiotik dan Konseling Gaya Hidup Dinilai Pengaruhi Status Gizi serta Antibodi SARS-CoV-2 pada Remaja

Remaja dengan kelebihan berat badan (overweight) dan obesitas disebut memiliki risiko lebih tinggi terhadap infeksi COVID-19 selama masa pandemi. Risiko tersebut dinilai dapat semakin dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk kualitas diet yang rendah serta kebiasaan hidup yang kurang baik. Di sisi lain, remaja juga disebut bukan kelompok prioritas untuk mendapatkan vaksinasi.

Berangkat dari kondisi tersebut, sebuah penelitian dirancang untuk menilai efektivitas intervensi yang berfokus pada peningkatan kebiasaan hidup sehat dan imunitas melalui pemberian probiotik dan konseling kebiasaan hidup sehat. Studi ini menggunakan rancangan randomised controlled trial (RCT) dan akan berlangsung selama 20 minggu.

Penelitian ini bertujuan menganalisis efek suplementasi probiotik dan konseling kebiasaan hidup sehat—yang mencakup pola makan, aktivitas fisik, serta stimulasi psikososial—terhadap status gizi dan respons antibodi SARS-CoV-2 pada remaja.

Studi tersebut direncanakan melibatkan 440 remaja di Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta yang telah menerima dua dosis vaksin COVID-19. Peserta akan dibagi ke dalam kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kelompok intervensi akan menerima suplementasi probiotik harian yang mengandung tiga strain, yakni Bifidobacterium animalis subsp. lactis (BB-12), Lactobacillus acidophilus (LA-5), dan Lactobacillus rhamnosus. Sementara itu, kelompok kontrol akan menerima plasebo.

Seluruh peserta, baik kelompok intervensi maupun kontrol, akan mendapatkan konseling mingguan terkait kebiasaan makan sehat, aktivitas fisik, dan stimulasi psikososial. Adapun luaran utama penelitian adalah perubahan status gizi yang diukur melalui indeks massa tubuh menurut umur serta titer konsentrasi imunoglobulin spesifik (Ig) terkait SARS-CoV-2 pada kedua kelompok.

Protokol penelitian ini disusun dalam desain double blind randomised controlled trial untuk meminimalkan bias seleksi dan potensi bias lainnya. Dalam pelaksanaannya, penelitian akan menggunakan kuesioner terstandar dan telah teruji untuk memperoleh hasil yang akurat dan andal dalam mengevaluasi luaran klinis dan gizi, sekaligus mengendalikan berbagai variabel pengganggu.