Tyra Febianie, yang dikenal dengan panggilan Febby Antique, terus mengembangkan passion-nya menjadi peluang usaha. Setelah menapaki karier di dunia fesyen, ia kini juga merambah bisnis kuliner dengan membangun sejumlah lini usaha di Kota Malang.
Febby mengawali perjalanan bisnisnya dari fesyen. Ia menyebut ketertarikannya pada bidang tersebut sudah muncul sejak lama, sekaligus menjadi ruang belajar untuk mengasah keterampilan bisnis dan inovasi, termasuk mengikuti perkembangan teknologi.
Butik miliknya, House of Batik & Kebaya Antique Batik Malang, dirintis sejak 2005. Usaha ini berlokasi di Jalan Pekalongan No 8 Kota Malang dan Jalan Ciujung No 14. Ia mengaku menjalani berbagai dinamika di industri fesyen, namun tetap mempertahankan kekhasan produknya dengan mengangkat kearifan lokal serta menghadirkan inovasi dari tahun ke tahun.
Menurut Febby, kunci keberlangsungan produk fesyen, terutama batik, terletak pada konsistensi ciri khas dan kemampuan terus melahirkan inovasi. Ia dikenal memadupadankan motif yang pada masanya dinilai tidak biasa. Beberapa motif yang diangkat antara lain tempe, dele kecer, dan topeng Malang—tema yang pada era 2000-an belum populer, namun belakangan semakin diminati seiring meningkatnya ketertarikan pada produk berbasis local wisdom.
Dalam beberapa tahun terakhir, inovasinya juga mencakup perpaduan batik dan brokat. Selain itu, ia mengembangkan koleksi lain melalui brand clothing bernama Senso.ji, yang mengombinasikan batik dengan denim dan disebutnya mendapat respons positif dari konsumen.
Febby juga tercatat pernah mewakili Kota Malang dalam We Connect Asia Pacific Summit Tahun 2025 di Osaka Building Innovation Center, Jepang.
Di luar fesyen, ia memperluas usaha ke bidang kuliner. Sambil membangun bisnis batik, ia secara bertahap merintis usaha catering, restoran, hingga coffee shop. Sejumlah unit usaha yang dibangunnya antara lain Restaurant dan Coffee Shop Jam Makan Malang, brand mi ramen Koibito Ramen, serta catering masakan khas Jawa bernama Pawon Antique. Usaha-usaha tersebut mulai dibangun sejak tahun 2000-an bersamaan dengan perintisan butik.
Febby menekankan pentingnya mengejar passion dan berani mencoba. Ia menilai jatuh bangun dalam usaha sebagai hal yang wajar, selama pelaku usaha mau belajar dari pengalaman, memperbaiki kekurangan, dan terus berinovasi.

