BERITA TERKINI
Tujuh Cara Mengatasi Duka Setelah Kehilangan Hewan Peliharaan

Tujuh Cara Mengatasi Duka Setelah Kehilangan Hewan Peliharaan

Kehilangan hewan peliharaan kerap memunculkan kesedihan mendalam, terutama karena kehadiran mereka biasanya melekat dalam rutinitas dan perjalanan hidup pemiliknya. Proses berduka pun dapat berbeda pada setiap orang. Psikolog klinis berlisensi di Chicago sekaligus pendidik kesedihan dan spesialis kehilangan hewan peliharaan, Nancy Curotto, mengatakan bahwa bagi sebagian orang—terutama yang baru pertama kali mengalaminya—intensitas duka bisa terasa mengejutkan.

Menurut Curotto, kehilangan untuk kedua kalinya atau lebih tidak selalu membuat pengalaman tersebut menjadi lebih mudah. Ia menyebut penelitian menunjukkan keterikatan pada hewan peliharaan dapat sangat mendalam. Tinjauan terhadap 17 penelitian yang diterbitkan pada 2022 di Death Studies juga menemukan bahwa sebagian individu mengalami kematian hewan peliharaan dengan cara yang mirip seperti saat kehilangan manusia.

Psikoterapis dan konselor kehilangan hewan peliharaan di New York, Jennifer Breslow, menambahkan bahwa proses ini bisa semakin berat karena kehilangan hewan peliharaan kerap tidak dipandang penting oleh masyarakat. Meski demikian, ada sejumlah langkah yang dapat dilakukan untuk membantu menjalani masa berkabung dengan lebih sehat, dengan menyesuaikan strategi yang paling nyaman bagi masing-masing orang.

1. Mengakui bahwa perasaan yang muncul adalah valid
Breslow menekankan pentingnya mengakui bahwa kehilangan hewan peliharaan merupakan kehilangan yang wajar, dan tidak apa-apa untuk merasa sedih. Emosi yang muncul bisa beragam—mulai dari sedih, marah, bersalah, hingga hancur—dan semuanya perlu diterima tanpa diabaikan. Ia juga mengingatkan tidak ada batas waktu yang baku untuk berduka, serta memberi diri sendiri izin untuk sembuh karena prosesnya dapat memakan waktu.

2. Menjaga jarak dari orang yang meremehkan duka
Ucapan seperti “hanya hewan peliharaan” atau “nanti juga lupa” dapat terasa menyakitkan. Curotto menyarankan agar seseorang menetapkan batasan demi melindungi ketenangan diri. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menjelaskan perasaan secara singkat, lalu melanjutkan aktivitas, karena tidak semua orang bisa memahami bentuk kehilangan tersebut.

3. Menyalurkan emosi lewat terapi seni atau aktivitas di alam
Sebagai terapis seni bersertifikat, Breslow merekomendasikan terapi seni sebagai sarana penyembuhan. Mengekspresikan perasaan melalui menggambar, melukis, musik, menulis, atau berkebun dapat membantu mengubah rasa sakit menjadi sesuatu yang bermakna. Ia mencontohkan pengalaman pribadinya saat menulis kenangan dan keunikan kucingnya karena khawatir melupakan detail tentang hewan peliharaannya.

4. Berbicara dengan orang yang dipercaya atau bergabung dengan kelompok dukungan
Berbagi cerita dengan teman atau orang terdekat yang pengertian dapat membantu memproses kehilangan. Curotto juga merekomendasikan kelompok pendukung kehilangan hewan peliharaan. Ia memimpin kelompok di PAWS Chicago, organisasi penyelamat hewan tanpa pembunuhan, melalui program HEAL (Helping Each Other Alleviate Loss). Menurutnya, kedukaan sebaiknya tidak ditangani sendirian, melainkan dalam komunitas dan relasi dengan orang lain.

5. Tetap melakukan perawatan diri selama masa berkabung
Berkabung dapat membuat seseorang sulit merawat diri, namun Breslow menyarankan untuk tetap berusaha semampunya. Langkah ini mencakup makan dengan gizi seimbang, tidur malam sekitar tujuh jam atau lebih sesuai rekomendasi, serta meluangkan waktu untuk berolahraga. Menjaga kesehatan fisik dinilai dapat menopang cadangan energi yang dibutuhkan untuk menjaga kesejahteraan mental.

6. Mencari bantuan profesional bila diperlukan
Jika duka terasa sangat berat hingga mengganggu aktivitas sehari-hari—misalnya kesulitan bekerja atau mengurus kewajiban keluarga, tidak bisa tidur atau makan, atau merasa depresi—mencari bantuan konselor berlisensi dapat menjadi pilihan. Terutama, konselor yang memiliki spesialisasi dalam kesedihan atau kehilangan hewan peliharaan.

7. Memelihara hewan peliharaan baru ketika sudah siap
Sebagian orang memilih segera memelihara hewan lagi, sementara yang lain menunggu lebih lama. Curotto menyebut tidak ada waktu yang benar atau salah. Ia mengaku pernah menangani klien yang memutuskan memelihara hewan baru mulai dari satu jam hingga 10 tahun setelah kematian hewan peliharaan. Ia menekankan keputusan itu sepenuhnya berada pada pemilik, dan seseorang bisa saja mencintai sekaligus berduka pada waktu yang sama. Memelihara hewan baru tidak menghapus kesedihan atau menggantikan yang telah pergi, tetapi dapat menghadirkan cinta baru ketika pemilik telah siap.