Tumpukan sampah dalam kantong plastik memenuhi badan jalan di kawasan Keude Ulee Gle, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Minggu (18/1). Kondisi tersebut tampak mencolok di jalur pasar yang semestinya menjadi pusat aktivitas ekonomi warga, namun kini berubah menjadi pemandangan kumuh.
Warga dan pedagang setempat menyebut sampah sengaja diletakkan di badan jalan sebagai bentuk protes. Mereka mengaku sampah rumah tangga dan sampah pasar yang telah dikemas rapi selama berhari-hari tidak juga diangkut oleh truk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pidie Jaya.
“Kalau tidak ditaruh di jalan, sampah ini akan membusuk di depan rumah dan kios. Kami sudah menunggu, tapi truk sampah tidak datang,” ujar seorang pedagang pasar. Seiring waktu, bau menyengat mulai tercium dan situasi diperparah oleh aktivitas pasar yang tetap berlangsung.
Penumpukan sampah itu terjadi di Pasar Ulee Gle, tepat di ruas jalan menuju Keu Uteun Bayu, jalur yang setiap hari dilalui warga dan pengendara. Alih-alih tertata, kawasan pasar justru terlihat semrawut di tengah upaya daerah tersebut untuk bangkit pasca banjir.

