SRAGEN — Tri Murtini, ibu rumah tangga di Desa Tegaldowo, Kecamatan Gemolong, Sragen, merintis usaha kuliner rumahan bertajuk Alya Snack sejak 2023. Usaha ini menjadi upayanya menambah penghasilan keluarga melalui penjualan aneka snack, terutama produk kukusan, dengan harga yang disebut terjangkau.
Murtini menuturkan ide membuka usaha bermula dari pengalaman belajar membuat snack dari ibu mertuanya. Dengan ketertarikan memasak yang sudah lama dimiliki, ia terus mengasah keterampilan membuat kue-kue kukus, mulai dari memilih bahan baku, mengolah adonan, hingga proses mengukus atau menggoreng dengan peralatan masak sederhana.
“Saya belajar membuat aneka kue dari ibu mertuwa juga kadang-kadang dari teman,” kata Murtini, Jumat (9/10/2026).
Ia memilih usaha kuliner karena menilai kebutuhan makanan akan selalu ada. Menurutnya, snack memiliki pasar yang luas karena praktis disajikan dan dapat menjadi alternatif menu sarapan maupun kebutuhan lain. Ia juga menyebut kandungan gizi menjadi nilai tambah bagi konsumen yang memerlukan makanan praktis untuk memulai aktivitas harian.
Dalam operasionalnya, Alya Snack mencatat omzet harian sekitar Rp200.000 hingga Rp400.000. Produk dipasarkan ke berbagai kalangan, antara lain pedagang tenongan, teman alumni sekolah, warung, serta kolega. Pesanan khusus juga datang untuk beragam kegiatan, seperti posyandu, pernikahan, menu wisata, hingga pelengkap hampers Lebaran.
Salah seorang pelanggan, Yanti, mengaku menyukai salah satu produk Alya Snack, yakni puthu ayu. Ia mengatakan bisa menghabiskan dua hingga tiga cup per hari. “Saya penggemar puthu ayu dari kecil, terutama untuk sarapan, karena malas makan nasi di pagi hari,” ujar Yanti.
Ke depan, Murtini berharap harga bahan pangan tetap stabil agar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya di bidang kuliner, dapat bertahan dan berkembang. Menurutnya, kestabilan harga bahan baku diperlukan untuk menjaga harga jual tetap terjangkau sekaligus mempertahankan daya beli konsumen. Melalui usaha ini, ia berharap Alya Snack terus tumbuh dan berkontribusi bagi perekonomian keluarganya.