TULUNGAGUNG — Tren street food viral tahun ini menghadirkan ragam jajanan dengan inovasi rasa, tampilan, dan konsep penyajian yang menonjol. Mulai dari sensasi keju meleleh, cocolan bercita rasa lokal, hingga bentuk-bentuk unik yang menarik perhatian, berbagai menu ini kian sering diburu di pinggir jalan maupun event kuliner.
Perkembangan street food viral menunjukkan kreativitas pelaku kuliner dalam mengubah makanan sederhana menjadi magnet perhatian di ruang digital. Kombinasi visual yang memikat dengan eksplorasi rasa lokal dan internasional ikut mendorong munculnya jajanan yang cepat menyebar lewat konten media sosial.
Sejumlah menu yang ramai diperbincangkan antara lain corn dog mozzarella geprek dengan pilihan sambal matah, rendang, hingga keju parmesan, yang menawarkan sensasi keju lumer dan rasa pedas ekstrem. Ada pula roti kukus ala Thai yang dapat disesuaikan sesuai selera, dengan opsi topping seperti brown sugar boba, tiramisu foam, matcha lava, atau lotus crumble, yang menarik karena melibatkan pelanggan dalam meracik kombinasi topping.
Selain itu, churros mini dengan beragam cocolan—mulai cokelat, keju, strawberry jam, hingga taro—dipilih karena sistem dip yang bisa dikustomisasi dan dinilai cocok untuk konten visual serta pilihan camilan ringan. Es krim gulung tropis juga menjadi sorotan lewat varian rasa durian, kelapa pandan, mangga mint, ditambah crumble kelapa dan biji selasih yang memperkuat tampilan dan sensasi rasa.
Menu lain yang ikut viral adalah tahu crispy dengan isian sambal ijo, sambal matah, sambal korek, atau mangga, yang menonjolkan tekstur renyah dan level pedas. Sementara itu, sempol coklat mozzarella—perpaduan sempol gurih, saus coklat, dan mozzarella meleleh—disebut mencuri perhatian banyak food vlogger di Surabaya.
Daya tarik utama tren ini kerap bertumpu pada sensasi “meleleh”, “renyah”, atau “pedas ekstrem” yang terlihat menarik saat direkam. Visual yang kuat memicu rasa ingin tahu warganet, mendorong antusiasme pembelian, hingga memunculkan antrean dan konten media sosial yang terus bermunculan.
Dari sisi penjualan, jajanan viral ini dapat dipasarkan melalui pop-up booth, bazar kampus, food truck, maupun festival kuliner. Konsepnya juga dinilai cocok untuk skema pre-order, reseller, atau penjualan melalui platform digital.

