Pencarian terkait klaim link video bernama “Andini Permata” berdurasi 2 menit 31 detik ramai diburu warganet di media sosial. Salah satu frasa yang ikut mendominasi adalah “full tanpa sensor”, yang memicu rasa penasaran publik dan mendorong penyebaran tautan secara masif.
Sejak 5 April 2026, kata kunci “Andini Permata” disebut meramaikan mesin pencarian Google dan sejumlah platform media sosial seperti X (Twitter) dan TikTok. Linimasa dan kolom komentar di sejumlah unggahan pun dipenuhi klaim yang mengarahkan pengguna ke tautan tertentu dengan narasi “video full tanpa sensor”.
Ada beberapa hal yang diduga menjadi pemicu meledaknya pencarian tersebut. Salah satunya disebut berkaitan dengan efek berantai dari konten viral bertema “Ibu Tiri vs Anak Tiri” yang ramai sejak sekitar tiga pekan sebelumnya. Warganet yang sempat terpapar tren tersebut ditengarai mencari “target” baru, sementara nama “Andini Permata” muncul pada waktu yang berdekatan sehingga algoritma media sosial terus mendorong konten terkait ke permukaan.
Di sisi lain, penyebaran tautan juga disebut banyak terjadi melalui akun anonim dengan iming-iming “video asli tanpa sensor”. Tautan serupa dilaporkan paling sering beredar di grup-grup Telegram dan kolom komentar TikTok.
Namun, klaim tersebut tidak selalu berujung pada konten yang dijanjikan. Disebutkan bahwa sebagian besar tautan yang beredar justru mengarah pada scam atau jebakan iklan, sehingga pengguna berisiko diarahkan ke halaman yang tidak relevan dengan narasi yang disebarkan.
Selain soal tautan, muncul pula keraguan mengenai keaslian video yang diklaim terkait nama tersebut. Sejumlah pengamat menilai video itu berpotensi merupakan konten lama yang diunggah ulang dengan nama baru, seiring adanya indikasi manipulasi dan perdebatan terkait kemiripan wajah.

