Selain berkarier sebagai pesepak bola profesional, bek sayap Persija Jakarta Tony Sucipto juga menekuni usaha di bidang kuliner. Bagi sebagian pemain sepak bola, bisnis kerap dipilih sebagai tabungan masa depan, termasuk untuk menambah penghasilan maupun menyalurkan hobi.
Tony, yang saat itu berusia 34 tahun, mengungkapkan telah merintis bisnis rumah makan sejak 2015. Usaha tersebut ia bangun bersama rekan bisnisnya setelah melihat peluang kuliner di Bandung dinilai menjanjikan.
“Saya membuka bisnis dengan rekan saya. Waktu itu melihat prospek kuliner di Bandung bagus sekali. Apalagi di sana salah satu yang terkenal adalah makanan jadinya saya fokus kesana,” ujar Tony.
Ketertarikan Tony pada dunia kuliner juga tercermin dari keterlibatannya dalam usaha lain bersama rekan sesama pesepak bola. Salah satu konsep yang pernah dijalankan bertema restoran berjalan, dengan sebuah bus yang dimodifikasi menjadi tempat makan.
Saat ditanya mengenai kondisi usaha di tengah pandemi virus corona, Tony mengatakan restorannya menyesuaikan operasional dengan hanya melayani pemesanan secara daring. Langkah itu dilakukan sebagai bentuk komitmen mematuhi kebijakan pemerintah terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
“Ya tentunya semua sektor usaha pasti berdampak karena adanya pandemi ini. Tapi saya menyiasatinya dengan pemesanannya lewat online saja. Bisa melalui ojek online salah satunya,” tutupnya.

