Pembangunan desa tidak hanya diukur dari infrastruktur, tetapi juga dari kualitas kesehatan warganya, terutama generasi penerus. Pemahaman itu menjadi bagian dari pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.
Pada Senin (3/8/2026), Satuan Tugas (Satgas) TMMD bersama UPTD Puskesmas Kesongo dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro menggelar program non-fisik berupa Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Program ini menyasar balita berisiko gizi kurang, anak yang berat badannya tidak naik atau stagnan berdasarkan pemantauan di Posyandu, serta ibu hamil di wilayah pedesaan.
Kepala UPTD Puskesmas Kesongo, dr. Bowo Luhur Santoso, menyatakan kegiatan tersebut merupakan langkah konkret untuk membantu mengatasi persoalan gizi di wilayah kerjanya. Ia menjelaskan, PMT diberikan terutama kepada balita gizi kurang, anak yang berat badannya tidak naik setelah dua kali penimbangan di Posyandu, serta ibu hamil.
Menurut dr. Bowo, perhatian terhadap ibu hamil menjadi penting karena pemenuhan nutrisi sejak masa kehamilan berpengaruh pada kesehatan janin. Dengan asupan yang memadai, bayi diharapkan lahir selamat dan sehat dengan berat badan normal, serta terhindar dari ancaman stunting maupun Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).
Program intervensi gizi dari Dinas Kesehatan Bojonegoro ini tidak hanya menjangkau Desa Kesongo, tetapi juga seluruh wilayah kerja Puskesmas Kesongo, termasuk Desa Panjang, Tondomulo, Mojorejo, Dayukidul, dan sekitarnya.
Meski paket makanan tambahan dan asupan bernutrisi telah disalurkan, dr. Bowo menekankan bahwa intervensi tersebut bersifat stimulasi awal. Ia mengingatkan, keberhasilan perbaikan gizi jangka panjang tetap bergantung pada peran keluarga dalam menerapkan pola konsumsi sehat secara mandiri di rumah.
Komandan SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, menegaskan bahwa sasaran non-fisik seperti perbaikan gizi memiliki peran penting setara dengan pembangunan fisik. Ia menyebut pembangunan desa tidak hanya diwujudkan melalui jalan atau rumah, tetapi juga melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dini.
Lettu Ckm Purnomo turut mengapresiasi kemitraan antara TNI, Dinas Kesehatan, Puskesmas, hingga pemerintah desa. Ia berharap kebiasaan memberikan makanan bergizi dapat terus dilanjutkan oleh keluarga agar manfaat program dirasakan secara berkelanjutan.