BERITA TERKINI
Tiga Zat Gizi yang Penting bagi Kesehatan Perempuan: Zat Besi, Vitamin B12, dan Folat

Tiga Zat Gizi yang Penting bagi Kesehatan Perempuan: Zat Besi, Vitamin B12, dan Folat

Kekurangan zat gizi tertentu dalam jangka panjang dapat memengaruhi imunitas, keseimbangan hormon, kesuburan, serta kesehatan perempuan secara keseluruhan. Ahli patologi dan hematopatologi Dr. Kamlesh Prajapti dari Agilus Diagnostics menyebut kondisi kekurangan gizi kerap terjadi perlahan, sehingga ketika gejalanya mulai disadari, aktivitas sehari-hari sudah terlanjur terdampak.

Menurut Dr. Prajapti, ada tiga zat gizi yang dinilai penting bagi kesehatan perempuan, yakni zat besi, vitamin B12, dan folat. Ketiganya dapat menimbulkan dampak kesehatan bila kebutuhannya tidak terpenuhi.

Zat besi

Dr. Prajapti menjelaskan, zat besi berperan penting dalam pembentukan hemoglobin di sel darah merah yang bertugas mengangkut oksigen secara efisien. Saat kadar zat besi rendah, sejumlah keluhan dapat muncul, seperti kelelahan terus-menerus, sesak napas, pusing, berkurangnya kapasitas kerja, atau infeksi berulang.

Jika tidak ditangani, defisiensi zat besi dapat berujung pada gangguan menstruasi yang tidak teratur, masalah pada kehamilan dan pemulihan fisik setelah melahirkan, serta gejala lain seperti rambut rontok, kulit pucat, dan kelelahan.

Untuk membantu memenuhi kebutuhan zat besi, ia merekomendasikan konsumsi bayam, kacang-kacangan, biji-bijian, gula aren, kurma, daging merah, dan kuning telur. Ia juga menyarankan makanan kaya vitamin C seperti jeruk dan tomat untuk mengoptimalkan penyerapan zat besi.

Vitamin B12

Vitamin B12 disebut berperan menjaga kesehatan saraf, mendukung fungsi otak, serta membantu pembentukan sel darah merah dan sintesis DNA. Kekurangan vitamin B12 dapat ditandai dengan gejala seperti kelelahan berkepanjangan, kesemutan di tangan atau kaki, konsentrasi yang memburuk, hingga perubahan suasana hati.

Kebutuhan vitamin B12 dapat dipenuhi melalui konsumsi susu, yogurt, keju, telur, ikan, dan daging.

Folat

Folat atau vitamin B9 dinilai penting terutama sebelum dan selama kehamilan. Zat gizi ini mendukung pertumbuhan dan perbaikan sel, membantu mengurangi risiko kelainan perkembangan, serta berkontribusi pada imunitas dan kesehatan secara keseluruhan.

Kecukupan asupan folat sebelum dan selama kehamilan disebut penting untuk mendukung kesehatan janin dan menurunkan risiko cacat lahir. Selain itu, defisiensi folat dapat meningkatkan risiko anemia dan menurunkan daya tahan tubuh.

Sumber folat antara lain sayuran hijau tua seperti brokoli dan asparagus, serta alpukat, jeruk, kacang tanah, kacang lentil, dan biji-bijian utuh.