Diet ketofastosis disebut memiliki tiga fase yang perlu dilalui, yaitu fase induksi, fase konsolidasi, dan fase maintenance (pemeliharaan). Ahli gizi dan olahraga Jansen Ongko, M.Sc., RD menjelaskan tiap fase memiliki tujuan dan aturan makan yang berbeda, termasuk pembatasan karbohidrat serta pemantauan kadar gula darah.
1. Fase induksi
Menurut Jansen, fase induksi bertujuan membantu tubuh beradaptasi menggunakan lemak sebagai sumber energi. Karena itu, asupan karbohidrat ditekan hingga sekitar 10 gram per hari. Ia menjelaskan bahwa ketika asupan karbohidrat dikurangi dan digantikan dengan asupan lemak yang lebih banyak, tubuh akan beradaptasi untuk mengubah lemak menjadi energi.
Pada fase ini, menu yang dianjurkan berasal dari sumber hewani, seperti seafood, ayam, telur, dan daging. Selain pengaturan makan, Jansen juga menyarankan puasa, dengan ketentuan tetap boleh minum air dan minuman bebas kalori selama 16–18 jam. Fase induksi berlangsung sekitar 2–3 hari.
2. Fase konsolidasi
Fase berikutnya adalah konsolidasi. Dalam tahap ini, unsur nabati dan sayur mulai boleh dimasukkan ke menu harian, tetapi buah-buahan belum disarankan. Jansen menyebut pada fase ini tubuh umumnya sudah terbiasa menggunakan lemak sebagai bahan bakar utama metabolisme.
Namun, ia mengingatkan konsumsi sayur dapat membuat kadar gula darah meningkat hingga lebih dari 90 miligram/deciliter. Jika hal itu terjadi, seseorang diminta kembali ke fase induksi agar kondisi tubuh kembali ke karakteristik dasar. Fase konsolidasi dapat dijalani sekitar 1 minggu hingga 1 bulan.
3. Fase maintenance (pemeliharaan)
Fase terakhir adalah maintenance atau pemeliharaan. Jansen menyampaikan bahwa pada tahap ini tubuh biasanya sudah menjadikan lemak sebagai sumber bahan bakar metabolisme. Di fase ini, buah-buahan mulai bisa dimasukkan ke dalam daftar makanan.
Meski demikian, ia menekankan pentingnya memeriksa kadar gula darah agar tidak melebihi 90 miligram/deciliter, serta menjaga total karbohidrat di bawah 20 gram per hari. Jansen juga menyebut pada fase maintenance pengikisan lemak cadangan dan kerja hormon tubuh dinilai sudah berjalan optimal, serta kemampuan endurance lebih kuat.
Untuk menentukan menu, ia menyarankan rasio 3:1, yakni 75 persen lemak berbanding 25 persen protein, dengan kombinasi karbohidrat sebesar 10 persen.
Contoh menu harian
Jansen menyebut pola makan pada fase ini serupa dengan diet ketogenic. Contoh menu yang disebutkan antara lain:
- Sarapan: susu full fat
- Camilan sore: segenggam kacang almond
- Makan malam: setup daging sapi dengan tomat

