Rasa kesepian bisa dialami siapa saja, tanpa memandang usia. Kondisi emosional ini tidak hanya dapat mengurangi motivasi, tetapi juga berpotensi berdampak negatif pada kesehatan dalam jangka panjang. Meski begitu, membantu orang yang sedang kesepian tidak selalu mudah karena niat baik yang disampaikan dengan cara kurang tepat dapat membuat mereka merasa dihakimi atau tidak dipahami.
Terapis berbasis trauma, Dr. Amelia Kelley, menekankan pentingnya pendekatan yang empatik dan sensitif saat memberikan dukungan. “Penting untuk hadir dengan empati, tanpa menghakimi atau memaksa mereka melakukan sesuatu yang tidak mereka inginkan,” kata Kelley, seperti dikutip Parade, Jumat (27/3/2026).
Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mendukung orang yang kesepian tanpa menyinggung perasaannya.
1. Hadir dengan empati tanpa menghakimi
Langkah awal yang dinilai paling penting adalah cara seseorang hadir bagi orang yang kesepian. Kalimat seperti “kamu seharusnya…” atau “coba saja…” sebaiknya dihindari karena dapat terdengar menggurui. Orang yang kesepian sering kali berada dalam kondisi rentan, sehingga gaya bicara yang terkesan menghakimi bisa membuat mereka semakin menarik diri.
Alih-alih buru-buru menawarkan solusi, tunjukkan bahwa perasaan mereka dipahami. Kehadiran yang tulus, menurut pendekatan ini, sering kali lebih berarti daripada upaya memperbaiki keadaan secara instan.
2. Ajak melakukan hal yang mereka sukai
Mengajak seseorang keluar dari rasa kesepian tidak harus melalui aktivitas besar. Memulai dari hal-hal yang mereka sukai justru dapat menjadi cara yang lebih efektif dan terasa aman. Psikolog Dr. Golee Abrishami menyarankan untuk menanyakan langsung minat mereka.
“Untuk membantu mereka tetap nyaman, tanyakan apa yang mereka sukai dan lakukan bersama mereka,” ujar Abrishami. Dengan cara ini, mereka dapat merasa dihargai tanpa mengalami tekanan untuk keluar dari zona nyaman secara tiba-tiba.
3. Tetap mengajak mereka dalam rencana
Orang yang kesepian mungkin kerap menolak ajakan, bukan selalu karena tidak ingin, melainkan karena merasa canggung atau kurang percaya diri. Namun, tetap mengajak mereka bisa menjadi bentuk perhatian yang penting. Undangan sederhana dapat memberi sinyal bahwa mereka tetap diingat dan dihargai.
“Jangan berhenti mengajak hanya karena mereka sering menolak. Ketika mereka siap, mereka akan menerima,” kata Kelley.

