BERITA TERKINI
Teuku Wisnu Perkenalkan Snow Strudel untuk Jaga Keberlanjutan Malang Strudel

Teuku Wisnu Perkenalkan Snow Strudel untuk Jaga Keberlanjutan Malang Strudel

Aktor sekaligus pemilik Malang Strudel, Teuku Wisnu, meluncurkan produk baru bernama snow strudel sebagai bagian dari strategi inovasi untuk mempertahankan bisnis kulinernya. Malang Strudel disebut telah bertahan selama 12 tahun dengan mengandalkan pembaruan produk secara berkelanjutan.

Inovasi terbaru ini berupa varian kue strudel dengan sensasi dingin. Produk tersebut dihadirkan untuk menyasar keluarga dan wisatawan yang berlibur di wilayah Malang Raya, terutama pada momen libur sekolah Juli 2026.

“Kita luncurkan snow strudel beberapa waktu lalu yang bertepatan dengan momen libur sekolah, Juli 2026. Kita menyasar pada keluarga dan wisatawan yang berkunjung ke Malang Raya. Tentunya ini merupakan cara baru menikmati strudel dengan rasa dingin yang pasti lezat sekali,” kata Teuku Wisnu.

Menurutnya, snow strudel tetap mempertahankan tekstur pastry yang lembut meski disajikan dalam kondisi dingin. Perbedaan utamanya terletak pada isian buah yang terasa lebih segar saat dikonsumsi.

Untuk varian rasa, snow strudel tersedia dalam dua pilihan, yakni apple dan apple blueberry. “Untuk snow strudel ini kita sediakan dalam dua varian rasa, yaitu apple dan apple blueberry. Shireen suka banget rasa snow ini dengan sensasi dingin dan segarnya. Kita harus coba semuanya,” ujar Wisnu.

Untuk menjaga kualitas dan suhu produk hingga diterima konsumen, setiap pembelian snow strudel dilengkapi tas thermal tanpa biaya tambahan. Wisnu juga menyebut snow strudel sebagai produk signature Malang Strudel untuk tahun ini. “Snow Strudel adalah produk signature tahun ini dari Malang Strudel yang sangat istimewa dan dirancang untuk diberikan kepada orang-orang yang istimewa dan spesial di hati Anda,” katanya.

Malang Strudel merupakan usaha oleh-oleh yang pertama kali didirikan di Kota Malang, Jawa Timur, pada 2014. Bisnis tersebut bermula dari ide Teuku Wisnu setelah mencicipi kue strudel di Australia, yang kemudian dipadukan dengan potensi komoditas buah apel lokal.