BERITA TERKINI
Telkom Kembangkan Purwaraja Jadi Desa Wisata Bambu Berbasis Budaya, Kopi, dan Kuliner Lokal

Telkom Kembangkan Purwaraja Jadi Desa Wisata Bambu Berbasis Budaya, Kopi, dan Kuliner Lokal

Penguatan kemandirian desa disebut menjadi fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Indonesia. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menyampaikan jumlah desa mandiri terus meningkat hingga mencapai 20.503 desa, atau tumbuh 4,38 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat 17.203 desa mandiri.

Sejalan dengan tren tersebut, TelkomGroup mengembangkan Desa Purwaraja menjadi Desa Wisata Bambu yang mengangkat potensi budaya, kopi lokal, dan kuliner khas sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Inisiatif ini merupakan bagian dari implementasi BISA Kreatif dan program Desa Binaan yang berfokus pada pengembangan potensi lokal.

Bantuan untuk pengembangan mulai disalurkan sejak September 2025 dan disebut telah menunjukkan hasil. Desa Purwaraja berkembang menjadi destinasi wisata yang menawarkan pengalaman berbasis budaya melalui pertunjukan seni Mabokuy (Manusia, Boboko, Dudukuy), yakni atraksi berbahan anyaman bambu yang menampilkan penari di dalam replika perlengkapan tradisional. Selain itu, desa ini juga menghadirkan potensi kopi lokal serta beragam kuliner tradisional yang menjadi daya tarik wisata sekaligus membuka peluang usaha dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Program pengembangan dilakukan melalui pendampingan yang mencakup peningkatan infrastruktur pariwisata, pengembangan produk kopi dan kuliner lokal, pelatihan tata kelola destinasi wisata, hingga penguatan kapasitas pemasaran melalui pemanfaatan media sosial. Pendampingan tersebut dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat mampu mengelola potensi desa secara mandiri, memperluas jangkauan pasar, dan menciptakan nilai tambah bagi ekonomi lokal.

Senior General Manager Social Responsibility Telkom Indonesia, Hery Susanto, mengatakan pengembangan Desa Wisata Bambu di Desa Purwaraja ditujukan untuk mengoptimalkan potensi lokal, mulai dari seni budaya, kopi, hingga kuliner khas. Menurutnya, pemberdayaan yang berakar pada kekayaan lokal tidak hanya menjaga kelestarian warisan budaya, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang berkelanjutan. Ia menambahkan Telkom akan memperkuat kolaborasi agar potensi lokal dapat berkembang dan meningkatkan kesejahteraan serta daya saing.

Pengembangan Desa Wisata Bambu ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Telkom Indonesia dalam membangun ekosistem masyarakat yang inklusif, mandiri, dan berkelanjutan. Inisiatif tersebut juga dikaitkan dengan dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja dan penguatan UMKM lokal, serta SDG 11 tentang kota dan permukiman berkelanjutan melalui pelestarian budaya dan pengembangan kawasan perdesaan.