BERITA TERKINI
Telkom Dorong Digitalisasi Usaha Kuliner dan Coffee Shop di Sumut lewat Solusi B2B

Telkom Dorong Digitalisasi Usaha Kuliner dan Coffee Shop di Sumut lewat Solusi B2B

PT Telkom Indonesia menegaskan komitmennya mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi daerah melalui penyediaan infrastruktur serta solusi digital business-to-business (B2B) bagi pelaku usaha. Di Provinsi Sumatera Utara (Sumut), langkah ini menyasar sektor industri kuliner dan coffee shop yang disebut tengah menunjukkan tren pertumbuhan positif seiring meningkatnya aktivitas ekonomi.

General Manager Witel Sumut PT Telkom Indonesia, Agung Tri Cahyono, menyampaikan bahwa penguatan fondasi digital menjadi kebutuhan penting bagi pelaku bisnis lokal untuk menjaga daya saing operasional. Ia merujuk laporan Pertumbuhan Perekonomian Triwulan I-2026 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara, yang mencatat perekonomian Sumut tumbuh 4,98% secara tahunan (year-on-year/y-on-y) dibanding Triwulan I-2025.

“Pertumbuhan ekonomi daerah yang signifikan ini menjadi sinyal penting bagi para pelaku bisnis lokal untuk memperkuat fondasi digital dan menjaga daya saing operasional melalui adopsi teknologi yang adaptif,” ujar Agung. Ia menambahkan, integrasi teknologi digital menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan unit usaha di daerah.

Untuk memfasilitasi kebutuhan tersebut, Telkom menggelar Telkom Business Circle di Kantor Telkom Regional 1 Medan pada 31 Juli 2026. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang diskusi interaktif sekaligus wadah kolaborasi bagi pelaku bisnis lokal untuk berbagi pengalaman terkait tantangan transformasi digital serta mengenal berbagai solusi digital B2B yang relevan.

Dalam forum itu, Senior Manager Digital Connectivity Wireless Product PT Telkom Indonesia, Erika Yolanda, menyoroti perubahan perilaku konsumen di industri kuliner. Menurutnya, pelanggan yang datang ke kafe atau tempat kuliner kini tidak hanya membeli makanan dan minuman, tetapi juga mencari kenyamanan, suasana yang mendukung aktivitas kerja, serta konektivitas internet yang stabil.

“Melainkan juga mencari kenyamanan, suasana pendukung kerja, serta konektivitas internet yang stabil,” ujar Erika. Ia menilai kondisi tersebut membuat layanan internet bergeser dari sekadar fasilitas pendukung menjadi kebutuhan utama dalam operasional bisnis.

Untuk menjawab kebutuhan itu, Telkom memperkenalkan solusi WiFi Managed Service (WMS) dalam ekosistem Indibiz. Layanan ini dirancang untuk meningkatkan pengalaman pelanggan (customer experience) sekaligus memperkuat pencitraan merek (corporate branding) yang dapat dilihat pengguna setiap kali terhubung ke jaringan internet di lokasi usaha.

Melalui fitur landing page interaktif, pelanggan yang login ke WiFi akan melihat tampilan logo bisnis serta informasi program promosi yang sedang berlangsung. Selain itu, data konektivitas pelanggan dicatat dan diorganisir dalam dashboard analitik yang terpusat.

Telkom menyebut pengelolaan data tersebut dapat membantu pemilik usaha memetakan preferensi konsumen dan menyusun penawaran bisnis yang lebih akurat. Dengan demikian, WMS tidak hanya berfungsi sebagai penyedia koneksi internet, tetapi juga sebagai alat bantu strategis untuk membangun citra usaha yang lebih profesional.

Di kesempatan terpisah, Executive Vice President (EVP) Telkom Regional 1, Dwi Pratomo Juniarto atau Tomy, mengatakan Telkom Business Circle dirancang berkelanjutan untuk membangun kolaborasi yang erat bersama pelaku usaha daerah. Ia menegaskan Telkom berkomitmen memberikan kemudahan akses melalui penyediaan solusi digital yang inovatif dan relevan untuk berbagai skala kebutuhan industri.

Telkom juga memproyeksikan bahwa percepatan adaptasi digital di tingkat daerah dapat mendorong geliat perekonomian lokal agar semakin maju dan turut menopang perekonomian nasional.