Perasaan sedih, kecewa, atau marah setelah dinyatakan tidak lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) merupakan hal yang wajar. Psikolog dan dosen Program Studi Psikologi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Wieka Dyah Partasari, menekankan bahwa emosi tersebut perlu diakui, bukan dihindari, agar dapat diproses dengan baik dan tidak menimbulkan dampak negatif dalam jangka panjang.
Menurut Wieka, saat hasil tidak sesuai harapan, sebagian orang berusaha terlihat baik-baik saja meski sebenarnya sedang menahan beban emosional. Padahal, mengakui kekecewaan justru menjadi langkah awal untuk pulih. Menangis, diam sejenak, atau merasa sedih disebutnya sebagai respons alami ketika seseorang menghadapi kehilangan harapan. Memberi ruang pada emosi dinilai lebih membantu dibanding memendamnya terlalu lama.
Jika emosi mulai terasa berat, berbicara dengan orang yang dipercaya dapat meringankan beban pikiran. Orangtua, sahabat, guru, atau saudara bisa menjadi pilihan, terutama mereka yang mampu mendengarkan tanpa menghakimi. Wieka menilai, didengar saja terkadang sudah cukup membuat perasaan lebih lega. Ia juga mengingatkan bahwa meluapkan emosi di media sosial tidak selalu menyelesaikan masalah dan berpotensi memunculkan respons yang justru membuat suasana hati semakin tidak nyaman.
Selain bercerita, pelajar dapat melakukan aktivitas sederhana untuk menenangkan pikiran. Mendengarkan musik, berjalan santai, menulis jurnal, membaca, atau berolahraga ringan bisa membantu menurunkan tekanan emosional. Aktivitas tersebut memberi waktu bagi pikiran untuk beristirahat sehingga emosi menjadi lebih stabil.
Setelah kondisi emosi lebih tenang, Wieka menyarankan pelajar mulai memikirkan langkah berikutnya. Tidak lolos SNBP bukan berarti kesempatan masuk perguruan tinggi tertutup. Masih ada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), jalur mandiri, maupun pilihan perguruan tinggi swasta yang dapat dipertimbangkan. Ia juga mengingatkan agar pelajar tidak hanya terpaku pada nama kampus, melainkan meninjau kembali jurusan dan bidang yang benar-benar ingin ditekuni.
Untuk menentukan keputusan yang lebih realistis dan matang, pelajar disarankan mencari informasi sebanyak mungkin, mulai dari kampus dan jurusan, peluang beasiswa, hingga pengalaman mahasiswa yang sudah menjalani perkuliahan. Dengan informasi yang cukup, langkah lanjutan dapat disusun dengan lebih terarah.

