Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Kepulauan Seribu menggelar kegiatan Bincang Asik (Bisik) bertema Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional serta Hari Gizi Nasional. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Penyu, Lantai 6, Gedung Mitra Praja, Sunter Agung, Jakarta Utara, Kamis (12/2).
Sekretaris Kabupaten Kepulauan Seribu, Tri Indrawa, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, acara ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya lingkungan kerja yang aman serta pemenuhan gizi seimbang bagi masyarakat.
Tri menekankan, peringatan Bulan K3 Nasional dan Hari Gizi Nasional perlu dimaknai lebih dari sekadar seremonial. Ia menyebut keselamatan kerja dan gizi yang baik sebagai fondasi untuk mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berdaya saing guna mendukung pembangunan daerah berkelanjutan.
Ia juga menambahkan, peringatan tersebut menjadi upaya memperkuat kesadaran aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif. Tri mengingatkan bahwa di lingkungan perkantoran masih terdapat potensi risiko yang kerap terabaikan, seperti kelelahan kerja, ergonomi yang kurang tepat, hingga pola hidup tidak sehat. Melalui penerapan budaya K3, pekerja didorong lebih peduli terhadap pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat kerja.
Sementara itu, Kepala Sudinkes Kepulauan Seribu, Ghamal Ahmad Permana, menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Bulan K3 Nasional yang berlangsung pada 12 Januari hingga 12 Februari, serta Hari Gizi Nasional yang diperingati setiap 25 Januari.
Ghamal mengatakan, kegiatan ini menjadi pengingat untuk membiasakan pola makan bergizi seimbang. Ia berharap masyarakat Kepulauan Seribu dapat tumbuh menjadi generasi emas yang sehat dan berkualitas.
Kegiatan yang digelar secara hybrid tersebut diikuti lebih dari 150 peserta, terdiri atas ASN, Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP), pelajar, dan masyarakat. Sejumlah narasumber dihadirkan, antara lain dr. Anita Suryani yang memaparkan penerapan K3 perkantoran sebagai pilar lingkungan kerja aman dan sehat.
Narasumber lainnya, Esti Nurwanti, membahas penerapan gizi seimbang bagi pekerja dan keluarga. Selain itu, psikolog Kus Hanna Rahmi menjelaskan keseimbangan kerja dan kehidupan (work-life balance) dalam perspektif K3 modern.
Melalui kegiatan tersebut, Ghamal mengajak seluruh pemangku kepentingan menanamkan budaya K3 dalam setiap aktivitas kerja serta membiasakan konsumsi gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari demi terwujudnya masyarakat yang sehat, produktif, dan sejahtera.
Ia juga mendorong penerapan standar K3 untuk mewujudkan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif, sekaligus mendukung perbaikan status gizi masyarakat agar berjalan optimal.

