Pembangunan pusat kuliner modern atau street food di jantung Kota Jember membuat akses kendaraan roda dua dan roda empat di sekitar lokasi ditutup. Meski pekerjaan disebut sudah selesai, hingga kini Jalan Kartini dan Jalan Gatot Subroto belum juga dibuka.
Penutupan akses tersebut terjadi di Jalan Kartini depan gereja serta di Jalan Gatot Subroto. Kondisi ini dikeluhkan warga yang biasa melintas, terutama pengendara dari arah timur Jalan Ahmad Yani menuju Jalan Gatot Subroto.
Jaenal, warga Jelbuk yang bekerja di SMPN 1 Jember, mengatakan penutupan membuat pengendara dari Jalan Ahmad Yani yang hendak belok kanan ke Jalan Gatot Subroto harus memutar melalui Jalan Trunojoyo dan Jalan Kartini. Menurutnya, rute tersebut lebih jauh dibanding jika simpang tiga Gatot Subroto dari arah timur dibuka.
Ia juga mempertanyakan alasan penutupan masih diberlakukan, karena pembangunan trotoar di depan gereja disebut sudah lama selesai. Jaenal menilai pembukaan akses dari arah timur semestinya bisa dilakukan agar arus lalu lintas tidak semakin padat.
Keluhan serupa disampaikan warga lain yang rutin melintasi kawasan tersebut, termasuk karyawan dan guru. Jaenal menyebut mereka yang bekerja di SMPN 1 Jember, Kantor Dishub, Disnaker, serta yang mengajar di SMKN 4 Jember terdampak karena harus memutar melalui ruas yang kerap macet.
Ia menilai jika penutupan tidak segera dibuka, kepadatan di Jalan Trunojoyo akan terus terjadi dan berdampak lebih luas. Menurutnya, warga yang bekerja di belakang Pemkab Jember juga harus memutar melalui Jalan Trunojoyo dan Jalan Kartini, sementara pada pagi hari ruas tersebut sering menjadi pusat kemacetan.
Yusdi, warga Jalan PB Sudirman yang mengantar anaknya sekolah di SMKN 4 Jember, juga mengaku biasanya melintasi Jalan Gatot Subroto, namun kini harus melewati Jalan Trunojoyo dan Jalan Kartini. Ia mengatakan pekerjaan pembangunan terlihat sudah selesai, tetapi akses Jalan Gatot Subroto ke arah barat belum dibuka dan justru disebut dimanfaatkan sebagai tempat parkir mobil.
Yusdi berharap pemerintah tidak menjadikan jalan aspal sebagai lahan parkir dan segera membuka kembali Jalan Gatot Subroto, karena pembangunan street food dinilai sudah rampung.

