Pemerintah Kota Metro meresmikan Street Food Komunitas UMKM Bangjo sebagai wadah baru bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat. Kawasan kuliner ini menghadirkan 31 tenan dan diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus ruang berkumpul yang nyaman, tertib, dan bersih.
Rafieq menegaskan Pemkot Metro akan terus memperkuat dukungan terhadap UMKM melalui berbagai program pembinaan. Dukungan tersebut meliputi pelatihan, digitalisasi pemasaran, hingga penguatan akses permodalan agar UMKM lokal mampu naik kelas dan lebih siap bersaing.
Menurut Rafieq, langkah itu bukan sekadar program seremonial, melainkan strategi jangka panjang untuk mendorong pelaku usaha di Kota Metro semakin kreatif, inovatif, dan memiliki daya saing, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga regional hingga nasional.
Ia berharap UMKM Street Bangjo dapat berkembang menjadi daya tarik baru Kota Metro. Namun, Rafieq mengingatkan keberlanjutan kawasan ini sangat ditentukan oleh kualitas produk, pelayanan, serta kekompakan antar pelaku usaha.
“Jaga kualitas produk, pelayanan, kebersihan lingkungan, serta kekompakan antar pelaku usaha agar kawasan ini terus berkembang dan diminati masyarakat,” katanya.
Selain kepada pelaku usaha, Rafieq juga mengajak masyarakat untuk ikut menghidupkan UMKM lokal dengan membeli produk-produk yang dihasilkan warga Metro. Ia menilai pertumbuhan UMKM akan berdampak langsung pada penguatan ekonomi masyarakat.
“Ketika UMKM tumbuh, maka ekonomi masyarakat juga akan semakin kuat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Ketenagakerjaan Kota Metro, Ace Yuliwati, menilai peluncuran Street Food Komunitas UMKM Bangjo menjadi langkah nyata dalam mendukung visi Kota Metro sebagai kota cerdas berbasis jasa dan budaya yang religius. Ia menyebut kawasan ini tidak hanya menjadi tempat transaksi jual beli, tetapi juga bagian dari strategi pembangunan daerah melalui penguatan sektor ekonomi kreatif.
“Di mana sektor kuliner, tradisional maupun modern merupakan salah satu pilar penggerak ekonomi kreatif berbasis jasa,” ujarnya.
Ace menjelaskan, keberadaan wadah terpusat seperti Street Food Bangjo dinilai dapat memperkuat daya tarik wisata sekaligus menggerakkan roda ekonomi lokal dari hulu hingga hilir, mulai dari produsen bahan baku, pedagang, hingga masyarakat yang menikmati produk.
Ia memastikan Pemerintah Kota Metro akan terus memberikan pendampingan kepada para pelaku usaha, termasuk penguatan kelembagaan, fasilitas pendukung, legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikat halal, hingga membuka akses pasar yang lebih luas.
“Dinas UMKM akan terus hadir memberikan pendampingan, baik dari segi penguatan kelembagaan, fasilitas, legalitas usaha seperti NIB dan sertifikat halal, hingga akses pasar yang lebih luas,” terangnya.
Dukungan pengembangan UMKM Bangjo juga datang dari sektor perbankan. Kepala Cabang Bank Mandiri Kota Metro, Putu Budi Putranto, menyebut grand opening tersebut menjadi momentum untuk mendorong digitalisasi transaksi pelaku UMKM melalui program Merchant dan QRIS.
Ia menilai penggunaan pembayaran nontunai dapat mempermudah pelaku usaha sekaligus menjadi langkah awal meningkatkan profesionalitas. Menurut Putu, kemudahan transaksi berpotensi berdampak pada peningkatan pelayanan dan kepercayaan konsumen.
“Ini sejalan dengan komitmen kami untuk memudahkan usaha Bapak Ibu semua agar bisa naik kelas dan transaksi jadi lebih cepat dan praktis,” katanya.
Melalui program tersebut, pelaku UMKM Street Bangjo dapat menerima transaksi nontunai mulai dari pembayaran QRIS, debit, hingga kartu kredit melalui Livin’ Bank Mandiri. Pelaku usaha juga dapat memanfaatkan Livin Merchant untuk pencatatan penjualan otomatis agar lebih mudah memantau omzet, sekaligus membuka peluang akses permodalan dan pengembangan usaha ke depan.
Putu turut mengapresiasi Komunitas UMKM Bangjo yang dinilainya telah membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak. Ia berharap kerja sama tersebut dapat terus berjalan dan memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan UMKM di Kota Metro.

