Kuliner jalanan Indonesia dinilai memiliki potensi ekonomi besar sekaligus menjadi salah satu aset budaya dan pariwisata. Namun, tantangan standarisasi mutu dan higienitas masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan agar potensi tersebut dapat dimaksimalkan.
Pemerintah melalui berbagai kementerian dan lembaga terkait kini mendorong program sertifikasi higienitas bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor kuliner jalanan. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan kepercayaan konsumen, baik di dalam negeri maupun dari pasar internasional, terhadap kualitas makanan yang disajikan.
Upaya standarisasi dinilai semakin penting seiring tren global yang menuntut transparansi sumber bahan baku serta proses pengolahan makanan yang aman. Selain untuk memperkuat perlindungan konsumen, dorongan ini juga terkait dengan keinginan menjadikan kuliner jalanan Indonesia sebagai komoditas ekspor yang dapat diterima di berbagai negara.
Pakar ekonomi kuliner Dr. Rina Setyawati menekankan bahwa standarisasi tidak berarti menghilangkan keunikan rasa lokal yang menjadi ciri khas. Menurutnya, standarisasi lebih berfokus pada jaminan keamanan pangan dan konsistensi kualitas, yang pada akhirnya dapat memperkuat merek kuliner Indonesia di mata dunia.
Program standarisasi ini juga diproyeksikan berdampak pada peningkatan daya saing UMKM kuliner. Dengan mutu yang lebih terjamin, pelaku usaha berpeluang mengakses pasar yang lebih luas dan premium, sekaligus memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi kuliner yang aman dan berkualitas bagi wisatawan mancanegara.
Di sisi lain, sejumlah kota besar telah memulai proyek percontohan berupa sentra kuliner jalanan terpadu. Dalam proyek ini diterapkan protokol kebersihan yang ketat serta sistem pembayaran digital, sebagai bagian dari upaya modernisasi infrastruktur kuliner tradisional.
Keberhasilan transformasi kuliner jalanan dinilai membutuhkan kerja sama pemerintah, pelaku UMKM, dan masyarakat agar berjalan optimal serta berkelanjutan. Dengan mutu dan keamanan pangan yang terjaga, kuliner jalanan Indonesia diharapkan dapat melangkah dari gerobak lokal menuju panggung kuliner global.

