SUMENEP — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kecamatan Ganding terus menggencarkan edukasi gizi kepada masyarakat dengan memanfaatkan pameran UMKM yang digelar Pemerintah Kecamatan Ganding di depan Kantor Kecamatan setempat.
Pameran yang berlangsung selama empat hari, Selasa hingga Jumat (18–21/08/2026), dimanfaatkan SPPG untuk mengenalkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada warga yang hadir.
Koordinator SPPG Kecamatan (Korcam) Ganding, Maskiyatun, mengatakan sosialisasi tersebut ditujukan untuk memperkenalkan menu MBG sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya asupan gizi. Menurutnya, edukasi gizi menjadi bagian krusial dalam pelaksanaan program MBG karena masyarakat perlu memahami prinsip pemenuhan gizi yang seimbang, aman, dan sesuai kebutuhan tubuh dalam penyajian makanan sehari-hari.
“Makanan bergizi sangat penting untuk kebutuhan tubuh agar tetap sehat,” ujar Maskiyatun.
Dalam pameran itu, SPPG membuka stan khusus yang dijaga relawan. Di stan tersebut, pengunjung dapat melihat dan mencicipi beragam menu makanan bergizi sebagai contoh penerapan pola makan sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Menu yang disajikan mengacu pada konsep makanan dalam program MBG, sehingga masyarakat dapat mengenal komposisi makanan yang mendukung kebutuhan gizi, terutama bagi anak-anak. Seluruh menu di stan tersebut dibagikan gratis kepada pengunjung sebagai bentuk edukasi praktis agar masyarakat semakin akrab dengan pilihan makanan sehat dan bergizi.
Maskiyatun menegaskan pemenuhan gizi seimbang berperan penting bagi kesehatan serta tumbuh kembang anak. Ia berharap kegiatan edukasi semacam ini dapat membantu membentuk kebiasaan baik di tengah masyarakat, terutama dalam memilih makanan yang sehat, aman, dan bernutrisi.
Agenda edukasi ini melibatkan sejumlah SPPG di wilayah Kecamatan Ganding, antara lain SPPG Ganding Ketawang, Rombiya Timur, Bataal Barat, Bataal Barat 2, dan Ganding.
Kehadiran stan SPPG di pameran UMKM juga dinilai memperkuat kolaborasi antara program MBG dan agenda pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sinergi tersebut dipandang penting untuk membangun lingkungan yang mendukung kesehatan sekaligus mendorong pertumbuhan pelaku UMKM setempat.
“Semoga kegiatan ini makin mempererat sinergi antara SPPG, pemerintah kecamatan, pelaku UMKM, dan masyarakat,” pungkas Maskiyatun.