BERITA TERKINI
SPPG di Kota Malang Siapkan Program “Wisata Dapur” untuk Siswa Penerima MBG

SPPG di Kota Malang Siapkan Program “Wisata Dapur” untuk Siswa Penerima MBG

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Malang akan menghadirkan program “wisata dapur” melalui visiting program bagi siswa penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini merupakan arahan dari Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai langkah lanjutan edukasi gizi dan kesehatan kepada pelajar.

Kepala SPPG Sukoharjo 1 Klojen, Kota Malang, Muhammad Wisam Anugrah, menjelaskan bahwa melalui program tersebut siswa akan diajak mengunjungi langsung dapur MBG. Dalam kunjungan itu, mereka dapat melihat proses pengolahan makanan sehat, standar kebersihan dapur, hingga pengelolaan limbah makanan yang ramah lingkungan.

Selain meninjau proses produksi, Kepala SPPG bersama Pengawas Gizi juga akan memberikan pemahaman mengenai tujuan program MBG, yakni menciptakan generasi sehat, kuat, dan cerdas melalui asupan gizi seimbang.

Para siswa juga akan dikenalkan pada asal bahan pangan yang mereka konsumsi setiap hari, mulai dari beras, sayuran, buah, hingga lauk-pauk yang disebut berasal dari petani, pekebun, dan pembudidaya lokal. Edukasi ini diharapkan dapat menumbuhkan sikap menghargai makanan serta memahami proses panjang distribusinya.

Dalam kegiatan tersebut, siswa turut diperlihatkan sejumlah fasilitas dapur modern, seperti steam rice, ducting, serta Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Mereka akan mendapat penjelasan mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah sisa makanan agar tidak menimbulkan pencemaran.

Salah satu mitra BGN di Kota Malang, Yayasan Batik Tulis Celaket Malang yang menaungi SPPG Sukoharjo 1 Klojen, menyatakan siap menjalankan arahan itu. Ketua Yayasan Batik Tulis Celaket Malang, Hanan Djalil, mengatakan pihaknya mendukung penuh visiting program MBG karena dapur gizi tidak hanya berfungsi menyediakan makanan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi siswa.

“Pada dasarnya kami mendukung karena tugas dapur bukan sekadar memberi makan, tetapi juga memberikan edukasi kepada siswa tentang pentingnya gizi seimbang. Jadi makan itu bukan hanya kenyang, tetapi juga berdampak pada perkembangan intelektual anak,” ujar Hanan Djalil, Senin (25/5/2026).

Menurut Hanan, melalui program wisata dapur siswa dapat memahami pentingnya standar kebersihan dalam proses memasak serta manfaat makanan sehat bagi tubuh. “Kami ingin anak-anak mengetahui bagaimana proses memasak yang bersih dan sehat. Semua standar yang diterapkan oleh BGN itu demi kesehatan dan pemenuhan gizi yang baik,” katanya.

Untuk menambah daya tarik, yayasan juga menyiapkan permainan edukatif bagi siswa mulai tingkat TK hingga SMA. Siswa yang mampu menjawab pertanyaan seputar gizi dan kesehatan disebut akan mendapat hadiah.

Hanan menambahkan, program wisata dapur direncanakan mulai dilaksanakan setelah Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.