BERITA TERKINI
SPPG Banyumulek Atur Menu Dinamis untuk Tekan Sisa Makanan Program MBG di Lombok Barat

SPPG Banyumulek Atur Menu Dinamis untuk Tekan Sisa Makanan Program MBG di Lombok Barat

Anak-anak di salah satu sekolah di Lombok Barat menyambut kedatangan armada pengangkut makanan dengan antusias. Di balik wadah stainless steel yang dibagikan kepada para siswa, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Banyumulek menyiapkan santapan yang ditujukan untuk memenuhi standar gizi sekaligus sesuai selera anak-anak.

SPPG Banyumulek berada di bawah naungan Yayasan Batu Emas dan mengoperasikan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di kawasan Banyumulek, wilayah perbatasan Kediri dan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Pengelola menekankan pendekatan yang menitikberatkan pada rasa, higienitas, serta kesesuaian menu dengan lidah pelajar agar makanan dapat dikonsumsi tanpa tersisa.

Salah satu tantangan utama dalam pemenuhan gizi massal adalah menekan food waste atau sisa makanan. Menurut pengelola, makanan bergizi tidak akan berdampak bila berakhir terbuang.

Untuk mengatasi hal itu, tim dapur SPPG Banyumulek menyusun variasi menu harian yang dinamis. Penyesuaian dilakukan pada jenis hidangan, tekstur, hingga tingkat bumbu, dengan mempertimbangkan rentang usia penerima manfaat dari PAUD hingga SMA.

Upaya tersebut diklaim membuahkan hasil. Tempat makan yang kembali dari sekolah-sekolah disebut dalam kondisi bersih, menandakan makanan habis dikonsumsi tanpa sisa.

Pemilik Yayasan Batu Emas, Muhazam, S.P., menyatakan capaian itu didukung disiplin operasional dan pengawasan berlapis di dapur gizi untuk memastikan seluruh arahan Badan Gizi Nasional (BGN) dijalankan. “Semua arahan dari BGN kami penuhi secara konsisten. Pengawasan ketat diterapkan mulai dari pemilihan bahan baku segar berkualitas, proses pengolahan higienis di dapur, hingga ketepatan waktu armada distribusi agar makanan sampai di sekolah dalam kondisi masih segar dan layak konsumsi,” ujar Muhazam.

Selain cita rasa, aspek sanitasi dan kebersihan lingkungan menjadi perhatian utama. Seluruh staf dapur dan fasilitas operasional diwajibkan menjalankan protokol kebersihan untuk mencegah potensi kontaminasi.

Saat ini, jangkauan operasional SPPG Banyumulek, termasuk unit operasional di Karang Bongkot yang berada di bawah naungan yayasan yang sama, terus berkembang. Dapur gizi tersebut rutin menyalurkan 2.615 porsi makanan bergizi setiap hari.

Dengan menjaga konsistensi pada gizi, kebersihan, dan cita rasa, SPPG Banyumulek menyatakan optimistis dapat terus mendukung tumbuh kembang pelajar di Nusa Tenggara Barat agar tetap sehat dan terhindar dari masalah kurang gizi.