MAMUJU — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bambu di Kabupaten Mamuju kembali menyalurkan ribuan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sekolah-sekolah sasaran seiring dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027. Distribusi dilakukan untuk memastikan siswa di wilayah Kecamatan Mamuju dan sekitarnya tetap memiliki akses terhadap asupan gizi yang memadai.
Paket makanan yang disalurkan disebut telah melalui persiapan tim SPPG Bambu, termasuk pengolahan secara higienis dan penyusunan menu dengan standar gizi seimbang. Komposisi paket memadukan karbohidrat lokal seperti beras dan umbi-umbian, protein hewani berupa ikan atau telur, serta sayur dan buah segar yang bersumber dari petani sekitar. Variasi menu juga disiapkan agar siswa tidak cepat bosan sekaligus untuk memenuhi kebutuhan kalori harian anak usia sekolah.
“Kembali beroperasinya SPPG Bambu menandai kesinambungan layanan kami bagi generasi muda Mamuju,” ujar Agnes Beatrice dari SPPG Bambu saat memantau proses penyaluran, Senin (24/08/26).
Agnes menambahkan, program MBG dipandang sebagai upaya jangka panjang yang berkaitan dengan kesehatan dan prestasi belajar anak. “Kami memahami bahwa MBG bukan sekadar program sesaat, melainkan investasi jangka panjang untuk kesehatan dan prestasi belajar anak. Ribuan paket yang keluar hari ini adalah wujud tanggung jawab kami agar setiap siswa bisa fokus belajar tanpa terganggu rasa lapar,” katanya.
Di lingkungan sekolah, sejumlah guru melaporkan program MBG membantu menjaga energi siswa selama jam pelajaran, mengurangi ketidakhadiran akibat sakit, serta membuat suasana kelas lebih kondusif. Bagi keluarga di wilayah pesisir dan pedalaman, program ini juga dinilai dapat meringankan beban ekonomi sekaligus membantu memastikan asupan gizi anak terpenuhi.
Distribusi ribuan paket MBG yang dilakukan secara konsisten menegaskan peran satuan pelayanan di tingkat lokal dalam pelaksanaan kebijakan nasional. SPPG Bambu menyatakan terus menjaga kualitas bahan baku, standar kebersihan, dan ketepatan waktu pengiriman guna mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap keberlanjutan program MBG.