BERITA TERKINI
Sonia Winoto Ubah Kue Keranjang Jadi Camilan One Bite, Tradisi Imlek Menyasar Selera Anak Muda

Sonia Winoto Ubah Kue Keranjang Jadi Camilan One Bite, Tradisi Imlek Menyasar Selera Anak Muda

MALANG – Obrolan santai saat reuni SMP menjadi titik awal lahirnya inovasi kue keranjang versi kekinian. Sonia Winoto, alumni jurusan Kulineri Bisnis Ciputra University Surabaya, mengembangkan kue tradisional khas Imlek menjadi camilan modern berukuran sekali gigit yang disebutnya kue keranjang one bite size.

Ide itu berangkat dari kebiasaan Sonia membuat kukis sambil menunggu sidang skripsi. Saat membawa kue buatannya ke acara kumpul bersama teman lama, pembicaraan mengenai kue keranjang memantik gagasannya. “Setelah dipikir-pikir, ternyata kue keranjang itu selalu dicari setiap tahun,” ujar Sonia, Rabu (4/2/2026).

Dari situ, Sonia melakukan riset, berdiskusi dengan dosen, serta mempelajari karakter bahan. Ia menilai kue keranjang tradisional memiliki kendala yang kerap ditemui konsumen, yakni ukuran yang besar dan kurang praktis untuk dikonsumsi. Konsep one bite kemudian dipilih agar lebih mudah dinikmati dan siap santap.

Inovasi yang ditawarkan tidak hanya soal ukuran. Sonia menghadirkan beragam varian rasa dan motif yang dibuat estetik. Salah satunya motif porcelain yang terinspirasi dari keramik Tiongkok, menggunakan pewarna alami dari bunga telang. Meski dikembangkan dengan pendekatan modern, bahan dasar yang dipakai tetap mengacu pada tradisi, yakni tepung dan gula merah. Sonia juga menyebut teksturnya dibuat lebih ringan dan kenyal, bahkan disamakan dengan mochi.

Respons pasar terhadap produk tersebut disebut positif. Mayoritas pembeli justru berasal dari kalangan anak muda, segmen yang sebelumnya dinilai kurang tertarik pada kue keranjang tradisional. Pesanan daringnya tercatat sekitar 200 order dan telah dikirim ke sejumlah wilayah, termasuk Surabaya dan Kalimantan.

Untuk harga, Sonia memasarkan varian original mulai Rp50.000, sementara varian matcha dan porcelain dibanderol Rp60.000. Ke depan, ia berencana mengembangkan produk dengan tingkat kemanisan yang lebih rendah agar dapat diterima lebih banyak selera.