Sebanyak 120 peserta di Aceh Tamiang, Aceh, dan Bukittinggi, Sumatra Barat, mengikuti pelatihan Generasi Melek Teknologi (Gen Matic) yang digelar Shopee Indonesia bersama Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenekraf/Bekraf RI). Pelatihan ini membahas pemanfaatan teknologi untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi tentang cara memulai dan mengembangkan usaha di Shopee, bergabung sebagai Merchant ShopeeFood, serta membuat konten melalui program Shopee Affiliate. Materi disampaikan oleh pengajar bersertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan tim Kampus UMKM Shopee.
Yuana, yang ditemui usai pelatihan, menekankan pentingnya pembekalan keterampilan produktif agar masyarakat dapat memanfaatkan peluang ekonomi secara optimal. Ia menyampaikan program bertema ‘Ekraf Peduli: Pulih Bersama, Bangkit Berdaya’ hadir di Sumatra untuk memberikan keterampilan digital, sehingga masyarakat dapat menangkap peluang dan menghasilkan pendapatan dari perputaran ekonomi digital, baik sebagai penjual maupun kreator konten.
Deputy Director of Government Relations Shopee Indonesia, Balques Manisang, mengatakan materi pelatihan disusun agar peserta memperoleh pengetahuan yang dapat diterapkan secara langsung. Menurutnya, peserta dapat mempelajari berbagai pilihan untuk memulai aktivitas di sektor ekonomi digital, mulai dari berjualan di marketplace, memasarkan produk kuliner, hingga mempromosikan produk melalui program affiliate.
Dalam rangkaian pelatihan yang sama, ShopeeFood turut membekali peserta dengan pemahaman mengenai inovasi, fitur, dan program yang ditujukan untuk membantu Merchant menjalankan bisnis dengan lebih mudah, menjangkau lebih banyak pelanggan, serta mengembangkan usaha sesuai kebutuhan bisnis, termasuk bagi pelaku UMKM.
Pada kesempatan itu, Hansen juga membagikan kisah Bandar Ayam Geprek Sutomo, salah satu Merchant unggulan di Sumatra Barat. Disebutkan, pemilik usaha tersebut, Dira Fitriana, bersama suaminya melihat peluang saat menu ayam geprek mulai populer pada 2019 dan memutuskan untuk mengembangkan usaha.