Shihlin Taiwan Street Snacks memperluas bisnisnya ke pasar ritel dengan meluncurkan produk camilan kemasan terbaru bertajuk Crunchy Chicken Skin. Langkah ini menjadi strategi baru perusahaan untuk menjangkau konsumen di luar gerai makanan siap saji.
Produk tersebut resmi diluncurkan pada April 2026 dan mulai tersedia di lebih dari seratus outlet di wilayah Jabodetabek. Shihlin juga menyiapkan rencana ekspansi distribusi ke sejumlah kota besar lainnya, termasuk Bandung.
Ekspansi ke ritel dilakukan di tengah meningkatnya tren konsumsi camilan praktis yang mudah dibawa dan dikonsumsi kapan saja. Konsumen urban dinilai semakin mencari makanan ringan yang fleksibel untuk aktivitas harian, namun tetap menawarkan cita rasa khas.
Marketing Manager Shihlin Indonesia, Bella Tjandra, mengatakan Crunchy Chicken Skin dirancang untuk memenuhi kebutuhan konsumen akan camilan praktis dengan kualitas yang tetap terjaga. Ia menyebut produk ini ditujukan untuk menemani berbagai aktivitas, mulai dari waktu istirahat di kampus hingga saat bekerja di kantor atau bepergian.
“Produk ini dirancang untuk menghidupkan suasana di setiap momentum, mulai dari teman istirahat di kampus, camilan saat di perjalanan, hingga pendamping produktivitas di kantor,” ujar Bella dalam siaran pers, Senin (25/5/2026). Ia menambahkan, konsep tersebut sejalan dengan kampanye Crunch, Anytime yang diusung dalam peluncuran produk terbaru Shihlin.
Bella juga menjelaskan bahwa Crunchy Chicken Skin dikembangkan melalui proses riset dan pengembangan selama kurang lebih satu tahun sebelum dipasarkan. Perusahaan menekankan aspek keamanan pangan dan kualitas produk dalam proses produksinya, dengan seluruh tahapan disebut telah memenuhi standar keamanan serta memiliki sertifikasi Halal Indonesia.
Menurut Bella, masuknya Shihlin ke pasar ritel menjadi tonggak baru untuk memperluas jangkauan brand ke konsumsi massal. “Peluncuran ini merupakan tonggak sejarah baru dalam memperluas jangkauan brand ke ranah ritel konsumsi massal,” katanya.
Selain memperluas distribusi, Shihlin juga membuka peluang menghadirkan varian rasa baru pada masa mendatang. Namun, perusahaan akan terlebih dulu melihat respons pasar terhadap produk yang baru diluncurkan tersebut. Masukan konsumen disebut akan menjadi pertimbangan utama untuk pengembangan berikutnya agar tetap sesuai dengan selera pasar.
“Jadi kami akan melihat respons dari masyarakat terkait produk baru ini, setelah itu baru kami akan mempertimbangkan untuk mengeluarkan rasa baru lainnya,” ujar Bella.
Melalui ekspansi ini, Shihlin berharap dapat semakin dekat dengan masyarakat, tidak hanya lewat gerai makanan, tetapi juga melalui produk camilan kemasan yang dapat dinikmati kapan saja.