Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara mendorong penguatan ketahanan pangan, kesehatan lingkungan, dan ekonomi masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satu upaya tersebut diwujudkan lewat September Festival Sehat 2026 yang digelar Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Utara di Plaza Barat Kantor Wali Kota Jakarta Utara.
Mengusung tema “Sinergi Gemarikan, Cegah Rabies, Bimtek, dan Cultura Market Menuju Jakarta Utara Sehat”, festival ini merangkum empat agenda, yakni edukasi Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), vaksinasi dan sterilisasi hewan penular rabies (HPR), bimbingan teknis diversifikasi olahan hasil pertanian, serta promosi produk usaha binaan melalui Cultura Market.
Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat menilai penggabungan berbagai agenda dalam satu rangkaian kegiatan merupakan bentuk kolaborasi yang penting agar manfaatnya lebih luas dirasakan masyarakat. Ia menekankan perlunya kerja bersama tanpa mengedepankan kepentingan sektoral.
Hendra juga menyoroti pentingnya edukasi konsumsi ikan bagi keluarga di Jakarta Utara yang memiliki potensi hasil laut cukup besar. Menurutnya, kebiasaan mengonsumsi ikan sejak usia dini dapat membantu pemenuhan gizi serta mendukung tumbuh kembang anak.
Selain itu, ia mengapresiasi layanan vaksinasi rabies dan sterilisasi HPR yang diberikan secara gratis. Layanan tersebut dinilai membantu masyarakat sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan lingkungan dan mempertahankan status DKI Jakarta sebagai daerah bebas rabies sejak 2004.
Ketua TP PKK Jakarta Utara Fida Hendra menyampaikan, edukasi Gemarikan dalam kegiatan ini menyasar sekitar 200 anak TK/PAUD dari enam lembaga. Pesan tentang pentingnya konsumsi ikan disampaikan melalui beragam olahan yang lebih mudah diterima anak, seperti bakso, katsu, dan nugget.
Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Hasudungan A. Sidabalok mengatakan September Festival Sehat menjadi wadah untuk merangkum berbagai program dalam satu rangkaian. Ia menyebut empat agenda utama yang dijalankan meliputi Gemarikan, sterilisasi HPR, bimbingan teknis diversifikasi olahan pertanian, dan Cultura Market.
Hasudungan juga memaparkan, sekitar 19.000 anak terindikasi stunting di DKI Jakarta, dengan 4.080 anak di antaranya berada di Jakarta Utara. Pemprov DKI Jakarta menargetkan prevalensi stunting turun dari 17,4 persen menjadi 14,2 persen.
Sementara itu, Kepala Sudin KPKP Jakarta Utara Novy Christine Palit menjelaskan aspek pemberdayaan ekonomi turut menjadi bagian dari festival melalui bimbingan teknis diversifikasi olahan hasil pertanian dan Cultura Market. Kegiatan ini melibatkan 22 pelaku usaha binaan Jakpreneur untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat.
Di luar edukasi dan promosi produk, festival juga menyediakan layanan sterilisasi gratis yang menargetkan 250 kucing, terdiri dari 150 jantan dan 100 betina. Pelaksanaannya bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI).
Novy menambahkan, masyarakat juga memperoleh bibit tanaman gratis dan pemeriksaan kesehatan. Anak-anak yang hadir mendapatkan konsumsi serta bingkisan melalui dukungan sejumlah mitra. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut setiap tahun dan melibatkan lebih banyak masyarakat.