BERITA TERKINI
Sejumlah Bisnis Kuliner Milik Artis yang Sempat Populer Kini Tutup

Sejumlah Bisnis Kuliner Milik Artis yang Sempat Populer Kini Tutup

JAKARTA — Sejumlah bisnis kuliner milik selebritas Indonesia yang sempat populer dan ramai dibicarakan kini diketahui telah tutup dengan beragam alasan. Dari usaha yang terdampak pandemi Covid-19 hingga penutupan karena alasan internal, beberapa nama besar seperti Ussy Sulistyawati, Raffi Ahmad, Ruben Onsu, dan Ashanty termasuk di dalam daftar tersebut.

Ussy Sulistyawati, misalnya, menutup tiga bisnis kuliner miliknya, yakni Bakoel Ussy, Lurik Coffee & Kitchen, dan Yummieeh Ussy. Ketiganya disebut terpaksa berhenti beroperasi akibat imbas pandemi Covid-19. Meski sempat ramai peminat, usaha tersebut akhirnya gulung tikar. Setelah itu, Ussy diketahui kembali membuka bisnis kuliner Nasi Bejeg Wijaya di kawasan Wijaya, Jakarta Selatan, serta membuka cabang di Bintaro, Tangerang Selatan.

Presenter Raffi Ahmad juga tercatat menutup beberapa lini bisnis kuliner. Salah satunya adalah Bakmi RN yang pertama kali dibuka pada 2017. Usaha ini menawarkan berbagai menu mi, mulai dari mi ayam jamur, mi ayam rica-rica, mi ayam suwir pedas, mi ayam lada hitam, hingga mi bebek sambal matah. Bakmi RN dikabarkan sudah tutup sejak 2019.

Selain itu, Raffi juga menutup pusat kuliner Rans Nusantara Hebat yang berlokasi di BSD, Tangerang. Tempat ini dibuka pada 30 Maret 2024 sebagai proyek kolaborasi RANS Entertainment dengan GK Hebat, perusahaan Kaesang Pangarep. Pusat kuliner tersebut menampung 122 tenant dari berbagai UMKM, namun disebut sepi pengunjung. Penutupannya diumumkan pada Februari 2025.

Sementara itu, Ruben Onsu sempat membuka restoran Bensunda pada 2019 dengan konsep all you can eat seharga Rp 30.000. Restoran yang menyajikan hidangan khas Sunda ini sempat viral dan ramai pengunjung. Namun, penyebab pasti mengapa Bensunda akhirnya tidak lagi beroperasi tidak diketahui secara jelas.

Nama lain yang terbaru adalah Ashanty melalui bisnis toko kue Lu'miere. Usaha ini dibuka pada 2020 dan mengambil nama dari kata “lumer” untuk menggambarkan tekstur kuenya yang lembut. Sejumlah produk yang disebut cepat menarik perhatian antara lain lava cake, shokupan, Japanese roll, dan crispy puff. Ashanty mengumumkan penutupan 15 gerai Lu'miere pada 31 Juli 2025. Ia menyampaikan penutupan tersebut bukan karena kehilangan pelanggan, melainkan karena alasan internal.