Seblak dengan kuah pedas dan beragam topping kini menjadi salah satu kuliner yang mudah dijumpai di berbagai kota. Menu bercita rasa gurih dan pedas ini juga banyak dikelola sebagai usaha kuliner rumahan, termasuk yang dijalankan pasangan suami istri Nurtisari dan Ovi Arista Anggie Satria di Denpasar, Bali.
Usaha mereka bernama Seblak Ngapak Bali. Keduanya merantau dari Semarang ke Bali pada 2022 dalam kondisi serba terbatas. Saat itu, mereka belum memiliki pekerjaan tetap, kendaraan, maupun modal untuk membuka usaha. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Ovi sempat bekerja sebagai kuli angkut.
Sekitar tiga bulan setelah menetap di Bali, Ovi mulai bekerja sebagai pengemudi ojek online. Pasangan ini mengambil kredit sepeda motor dengan uang muka sekitar Rp300 ribu untuk mendapatkan kendaraan. Nur mengatakan, pada masa awal bekerja sebagai pengemudi, suaminya belum memahami cara kerja aplikasi dan belum hafal jalan di Denpasar sehingga penghasilan masih belum mencukupi. Seiring waktu, ketika Ovi semakin terbiasa menggunakan aplikasi dan mengenal medan, penghasilan pun meningkat hingga mampu menutup kebutuhan keluarga sehari-hari.
Di tengah perjalanan itu, Nur dan Ovi mengalami kehilangan anak kedua mereka yang meninggal akibat pneumonia pada usia tujuh bulan. Setelah peristiwa tersebut, Ovi sempat berhenti menjadi pengemudi untuk mendampingi Nur.
Dari tempat tinggal mereka, Nur kemudian mulai membuat dan menjual seblak. Usaha ini perlahan mendapatkan pelanggan hingga didaftarkan sebagai Mitra GrabMerchant dengan nama Seblak Ngapak Bali. Pada awal berjualan melalui GrabFood, pesanan yang masuk belum ramai. Nur memilih melakukan perbaikan bertahap, mulai dari rasa hingga variasi topping, serta menjaga konsistensi kualitas.
Menurut Nur, pengembangan topping menjadi salah satu fokus agar pelanggan memiliki lebih banyak pilihan. Seiring waktu, pesanan tidak hanya datang dari lingkungan sekitar, tetapi juga dari wilayah yang jaraknya lebih dari satu jam dari lokasi mereka di Denpasar.
Ovi kemudian kembali menjalankan aktivitasnya sebagai pengemudi. Penghasilan dari pekerjaan tersebut dan usaha seblak menjadi dua sumber pemasukan keluarga. Sebagian pendapatan dari Seblak Ngapak digunakan untuk kebutuhan operasional dan penambahan bahan, sementara penghasilan Ovi membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Ketika pesanan mulai meningkat, kebutuhan peralatan dan bahan baku ikut bertambah. Nur memanfaatkan fasilitas pendanaan untuk menambah modal usaha. Pendanaan pertama yang diperoleh sekitar Rp5 juta, yang digunakan untuk menambah bahan dan variasi menu. Setelah pendanaan pertama selesai, Nur kembali mengakses pendanaan sebesar Rp20 juta untuk memperkuat operasional, termasuk membeli kompor, wajan, kulkas, dan freezer.
Selain pendanaan, Nur juga mengikuti kegiatan pemberdayaan UMKM melalui program Teras Perwira. Dari kegiatan tersebut, ia memperoleh pengetahuan tentang pengelolaan penjualan, pemanfaatan program promosi, hingga penggunaan kemasan yang lebih ramah lingkungan. Pengetahuan terkait promosi kemudian diterapkan ketika penjualan Seblak Ngapak sempat menurun. Jika sebelumnya ia memilih tidak menggunakan program promosi karena pesanan masih ramai, Nur mulai mencoba strategi tersebut dengan menyesuaikan harga dan perhitungan keuntungan agar tetap mendukung penjualan.
Kini, perlengkapan usaha Seblak Ngapak Bali disebut semakin memadai. Nur dan Ovi juga mulai bisa menyisihkan sebagian penghasilan untuk kebutuhan lain dan tabungan. Bagi Nur, perjalanan membangun usaha tidak hanya soal memperbesar penjualan, tetapi juga menjaga kualitas makanan dan beradaptasi dengan perubahan jumlah pesanan.
Di sisi lain, OVO Finansial menyampaikan bahwa dukungan ekosistem digital dapat membantu pelaku UMKM memperluas jangkauan pelanggan, meningkatkan kapasitas usaha, hingga memperoleh akses pendanaan. Direktur Utama OVO Finansial Riady Nata mengatakan momentum Hari UMKM Nasional menjadi pengingat pentingnya dukungan ekosistem agar UMKM dapat terus bertumbuh dan beradaptasi, salah satunya melalui akses pembiayaan dengan proses yang cepat dan mudah.
Disebutkan, sejak diluncurkan, lebih dari 600.000 mitra UMKM—terdiri atas merchant dan mitra pengemudi di Indonesia—telah mengakses pendanaan GrabModal dengan nilai lebih dari Rp9 triliun. Melalui GrabModal Mantul by OVO Finansial, pendanaan tersedia bagi mitra dengan layanan yang berizin dan diawasi OJK.