Sea moss atau rumput laut merah belakangan viral dan banyak digunakan dalam berbagai produk kesehatan serta minuman. Bahan ini kerap dipromosikan memiliki beragam manfaat, mulai dari mendukung kesehatan pencernaan, membantu fungsi tiroid, hingga menjaga kesehatan jantung.
Namun, sejumlah ahli gizi menilai sebagian klaim tersebut cenderung berlebihan dan belum didukung bukti ilmiah yang kuat. Tren sea moss kini mudah ditemui dalam berbagai bentuk, seperti gel, bubuk, kapsul, hingga campuran smoothie, dan dipasarkan sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
Dalam laporan GQ (27/7/2026), lima ahli diet terdaftar dimintai pendapat untuk membedakan manfaat sea moss yang memiliki dasar bukti dengan klaim yang hanya populer di media sosial.
Gage Blottenberger, ahli diet terdaftar dari University of Maryland Baltimore Washington Medical Center, menjelaskan sea moss merupakan jenis rumput laut merah yang dapat dikonsumsi. Umumnya, sea moss dikeringkan lalu diolah menjadi gel, bubuk, atau kapsul, serta sering ditambahkan ke smoothie, oatmeal, atau sup.
Salah satu klaim yang dinilai paling masuk akal adalah kaitannya dengan kesehatan pencernaan. Heather Ritter, ahli diet terdaftar dari Health Loft, menyebut sea moss dapat menjadi sumber serat yang berperan sebagai prebiotik dan mendukung bakteri baik di dalam usus. Sejalan dengan itu, ahli diet terdaftar Gillean Barkyoumb mengatakan sea moss mengandung serat larut yang dapat membantu memperlambat proses pencernaan sekaligus mendukung pertumbuhan bakteri baik.
Meski demikian, Xavier Toledo, LDN, mengingatkan bahwa kandungan serat dalam sebagian besar suplemen sea moss sering kali kurang dari 1 gram. Artinya, sea moss memang bisa menjadi salah satu sumber serat, tetapi masih banyak makanan lain yang dapat memberikan asupan serat lebih tinggi.
Sementara itu, klaim bahwa sea moss dapat mengatasi kondisi yang kerap disebut sebagai “usus bocor” dinilai belum memiliki bukti ilmiah yang memadai.
Klaim lain yang banyak beredar menyebut sea moss mengandung “92 dari 102 mineral” yang dibutuhkan tubuh. Ritter menilai pernyataan tersebut menyesatkan karena tubuh manusia tidak membutuhkan 102 mineral jejak seperti yang kerap disebut dalam promosi sea moss.
Walau begitu, para ahli menyebut sea moss memang mengandung sejumlah mineral jejak yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil, seperti zat besi, seng, yodium, dan mangan. Namun, manfaatnya tetap perlu dipahami secara proporsional dan tidak disamakan dengan klaim yang belum didukung bukti kuat.