Rutan Kelas I Surakarta melakukan kunjungan studi tiru ke Rumah Sakit JIH Solo, Selasa (10/02), untuk mempelajari pengelolaan dapur sehat dan higienis. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan pemenuhan kebutuhan dasar warga binaan, terutama terkait kesehatan dan gizi.
Kunjungan dipimpin Kepala Rutan Surakarta, Bhanad Shofa Kurniawan, didampingi Kepala Subseksi Administrasi dan Perawatan Yudha Nugraha, serta staf klinik dan dapur Rutan Surakarta. Rombongan diterima Direktur Medis dan Keperawatan RS JIH Solo dr. Wisnu Prima Putra, Manajer Penunjang Medis Listria Damayanti, dan tim Unit Gizi RS JIH Solo.
Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat RS JIH Solo diawali sambutan dari kedua pihak, kemudian dilanjutkan pemaparan singkat mengenai profil RS JIH Solo serta layanan kesehatan, khususnya terkait pengelolaan gizi dan sanitasi makanan.
Dalam agenda inti, rombongan meninjau instalasi gizi RS JIH Solo dengan pendampingan Manajer Penunjang Medis dan tim Unit Gizi. Sebelum memasuki area instalasi gizi, seluruh peserta diwajibkan menggunakan alat pelindung diri (APD) sebagai bagian dari penerapan standar kebersihan dan sterilisasi.
Di instalasi gizi, rombongan memperoleh penjelasan mengenai prosedur dan standar operasional prosedur (SOP) pengolahan makanan, mulai dari penerimaan bahan, penyimpanan, proses pengolahan, hingga pendistribusian. Seluruh tahapan disebut menerapkan standar sterilisasi tinggi karena makanan diperuntukkan bagi pasien dengan kondisi kesehatan yang beragam.
Bhanad Shofa Kurniawan menyatakan studi tiru ini menjadi langkah untuk mewujudkan dapur sehat dan higienis di lingkungan Rutan Surakarta. Ia menekankan pentingnya makanan yang disajikan kepada warga binaan tidak hanya mencukupi dari sisi kuantitas, tetapi juga memenuhi standar kesehatan dan kebersihan.
Melalui kunjungan ini, Rutan Surakarta berharap dapat mengadaptasi prosedur dan SOP yang diterapkan di instalasi gizi RS JIH Solo sebagai acuan peningkatan layanan dapur sehat, guna mendukung pemenuhan hak dasar warga binaan secara optimal dan berkelanjutan.

