BERITA TERKINI
Rumah Cendolin, Usaha Keluarga di Bogor yang Bertumbuh dari Penjualan Daring saat Pandemi

Rumah Cendolin, Usaha Keluarga di Bogor yang Bertumbuh dari Penjualan Daring saat Pandemi

BOGOR — Masa pandemi Covid-19 menjadi titik balik bagi keluarga Dudi Hudaya di Ciomas Rahayu, Kabupaten Bogor. Dari dapur keluarga, mereka merintis usaha kuliner bernama Rumah Cendolin yang kini berkembang hingga membuka cabang baru.

Dewi Astri R, anggota keluarga yang menangani pemasaran, mengatakan Rumah Cendolin merupakan usaha keluarga yang didirikan oleh Dudi Hudaya dengan dukungan kakak-kakaknya. “Rumah Cendolin ini sebenarnya usaha keluarga. Didirikan oleh Pak Dudi Hudaya, dibantu kakak-kakaknya. Saya sendiri bertugas di bagian marketing,” ujar Dewi saat ditemui di Ciomas, Jumat (3/10/2025).

Dewi menuturkan, usaha tersebut mulai dirintis sekitar 2018–2019. Saat pandemi melanda, keluarga ini mengandalkan penjualan daring dengan sistem antar, terutama untuk produk utama berupa cendol kemasan.

Menurutnya, pada awalnya mereka hanya menjual cendol paket, dengan komponen cendol, santan, dan gula yang dipisahkan. Konsumen kemudian mencampurnya sendiri di rumah. “Awalnya hanya jual cendol paket. Jadi cendol, santan, dan gula dipisah. Sampai rumah tinggal dicampur sendiri. Responsnya bagus sekali, apalagi saat Ramadan. Pesanan bisa membludak,” katanya.

Seiring meningkatnya respons pasar, keluarga ini menambah varian menu yang semuanya diolah sendiri, mulai dari siomay, batagor, pempek, hingga mie yamin. Perkembangan tersebut mendorong mereka untuk memperluas bentuk usaha.

Memasuki tahun ketiga, ketika pandemi mulai mereda, Rumah Cendolin membuka rumah makan di halaman rumah orang tua mereka di Komplek Goodyear Blok J26, Ciomas. Dewi menyebut dukungan keluarga menjadi faktor penting sehingga pelanggan dapat datang langsung. “Alhamdulillah orang tua mendukung. Kami akhirnya bisa buka tempat makan agar pelanggan bisa datang langsung,” ujarnya.

Saat ini, Rumah Cendolin mempekerjakan sekitar 10 pegawai, ditambah empat orang di bagian produksi. Menu yang ditawarkan juga semakin beragam, termasuk cendol durian dan cendol susu, serta aneka makanan seperti siomay, batagor, dan pempek. Mereka juga memasarkan produk beku melalui jaringan reseller yang telah berjalan sejak awal usaha. “Kami juga punya reseller yang sudah jalan sejak awal berdiri, dan Alhamdulillah sampai sekarang masih berjalan,” kata Dewi.

Pada Juni lalu, Rumah Cendolin resmi membuka cabang di Cibungbulang. Mereka juga merencanakan pembukaan cabang baru di Cibinong pada November mendatang.

Rumah Cendolin beroperasi setiap hari. Pada Senin hingga Jumat, jam buka pukul 10.00–18.00 WIB, sedangkan pada akhir pekan mulai pukul 08.00–18.00 WIB.