Risol matcha menjadi salah satu tren kuliner pada 2026, terutama di kalangan anak muda dan pencinta jajanan modern. Camilan ini memadukan rasa manis dan sedikit pahit dari bubuk matcha Jepang dengan kulit risol yang lembut sekaligus bisa dibuat renyah. Warna hijau segarnya juga membuat risol matcha kerap disebut menarik untuk difoto dan dibagikan di media sosial.
Popularitasnya turut didorong oleh konten kreator kuliner di platform video singkat yang menampilkan cara membuat hingga tips penyajian. Lewat berbagai variasi, risol yang selama ini identik dengan jajanan pasar kemudian hadir dalam versi modern, bahkan disebut-sebut sebagai camilan “premium” yang dapat dibuat dan dinikmati di rumah.
Selain bisa digoreng hingga renyah, risol matcha juga dapat dipanggang sebagai alternatif penyajian. Isinya pun fleksibel, mulai dari keju, cokelat, selai kacang, hingga kacang merah. Variasi tersebut membuat risol matcha terus menarik untuk dicoba.
Alasan risol matcha cepat viral
Risol matcha dinilai mudah menarik perhatian karena kombinasi warna hijau yang mencolok dan rasa matcha yang khas. Aroma dan rasa sedikit pahit dari matcha dapat dipadukan dengan isian manis maupun gurih. Dari sisi proses, pembuatannya juga relatif sederhana dan tidak memerlukan peralatan khusus, cukup wajan, spatula, dan loyang.
Keberagaman isian juga ikut mendorong tren ini bertahan. Mulai dari keju, cokelat, hingga kacang merah, setiap versi menghadirkan sensasi berbeda sehingga tidak cepat membosankan.
Resep risol matcha
Bahan kulit risol:
100 gram tepung terigu protein sedang
2 sdm tepung tapioka
1 sdm gula pasir
1/2 sdt garam
1 butir telur
250 ml susu cair
1 sdt bubuk matcha
Bahan isian:
50 gram keju parut (opsional)
100 gram cokelat atau selai kacang
50 gram whipped cream (opsional untuk isian manis)
Cara membuat:
Campurkan tepung terigu, tepung tapioka, gula, garam, dan bubuk matcha dalam mangkuk. Tambahkan telur dan susu cair sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga adonan licin dan tidak bergerindil.
Panaskan wajan anti lengket, olesi sedikit minyak. Ambil satu sendok sayur adonan, tuang ke wajan dan ratakan membentuk kulit tipis. Masak hingga permukaan kering dan mudah diangkat. Ulangi hingga adonan habis.
Siapkan isian, letakkan pada kulit risol, lalu lipat bagian tepi dan gulung rapat. Risol dapat digoreng hingga kuning keemasan atau disimpan di kulkas untuk versi panggang. Sajikan hangat untuk rasa maksimal.
Tips agar kulit lembut dan tidak mudah pecah
Untuk mendapatkan kulit risol yang lembut, perhatikan kekentalan adonan agar tidak terlalu kental maupun terlalu cair. Konsistensi yang tepat memudahkan adonan diratakan di wajan dan membantu risol tetap utuh saat dilipat.
Gunakan wajan anti lengket dengan olesan minyak tipis agar kulit tidak menempel. Masak dengan api sedang dan hindari wajan terlalu panas karena kulit bisa cepat gosong dan lebih mudah pecah.
Ide variasi risol matcha
Selain versi manis, risol matcha dapat diisi bahan gurih seperti ayam cincang, jamur, atau sayuran. Beberapa orang juga menambahkan taburan keju parut atau cokelat cair di atas risol untuk memperkaya rasa sekaligus mempercantik tampilan.
Bentuk risol pun bisa dimodifikasi, misalnya dibuat mini, digulung lebih tipis, atau dipotong setelah digoreng agar lebih menarik untuk camilan pesta maupun oleh-oleh.
Cara menyimpan dan menyajikan
Risol matcha umumnya paling nikmat disantap hangat agar kulit tetap lembut dan renyah. Jika ingin disimpan, risol dapat dimasukkan ke wadah kedap udara dan diletakkan di kulkas hingga 2–3 hari.
Saat akan disajikan kembali, panaskan sebentar di wajan atau oven. Pemanasan dengan microwave terlalu lama sebaiknya dihindari karena kulit berisiko menjadi lembek atau terlalu basah. Risol matcha juga dapat dibekukan sebagai stok camilan, lalu digoreng atau dipanggang saat akan disantap.

