Libur Lebaran menjadi periode sibuk bagi industri kuliner. Di tengah meningkatnya jumlah pengunjung dan pesanan, pelaku usaha restoran juga menghadapi tantangan lain yang kerap luput dari perhatian pelanggan, yakni menjaga ketersediaan bahan baku saat permintaan naik dan pemasok sebagian ikut libur.
Situasi tersebut berulang hampir setiap tahun. Lonjakan transaksi terjadi bersamaan dengan terbatasnya pasokan, ditambah potensi perubahan harga bahan pangan. Kondisi ini membuat pemilik restoran perlu menyusun langkah antisipatif agar operasional dapur tetap berjalan selama periode puncak.
Bagi pelaku usaha, perencanaan stok sebelum Lebaran dinilai menjadi kunci untuk menghindari pembelian mendadak dengan harga tinggi maupun risiko kehabisan bahan utama. Namun, perencanaan juga perlu memperhitungkan kemungkinan sebaliknya, yakni kelebihan stok yang berujung pemborosan.
Di tengah tantangan tersebut, OttoDigital menawarkan pendekatan berbasis teknologi melalui sistem Point of Sale (POS) terintegrasi. Chief of Revenue OttoDigital Group, Grace Sunarjo, menyebut POS tidak lagi sekadar alat transaksi, melainkan bagian dari pengelolaan operasional bisnis.
“POS kami dirancang khusus untuk membantu bisnis F&B dalam mengelola seluruh operasional secara terintegrasi. Sistem ini memudahkan manajemen stok bahan baku, sehingga pihak restoran dapat melakukan forecast melalui sinkronisasi data inventaris stok mulai dari dapur hingga kasir,” ujar Grace.
Menurutnya, pemantauan stok secara real-time serta pembacaan pola penjualan dapat membantu pemilik usaha memprediksi kebutuhan bahan baku sebelum persediaan benar-benar habis. Hal ini penting terutama saat libur panjang, ketika pemasok tidak beroperasi dan restoran berisiko kehilangan momentum penjualan karena menu favorit tidak tersedia.
Grace menambahkan, “Melalui fitur manajemen bahan baku dari POS, pemilik restoran dapat memprediksi kebutuhan lebih awal berdasarkan data penjualan. Ini membantu menghindari ketidaktersediaan menu favorit sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.”
Pengalaman serupa disampaikan Inna Rossaria Auwines, Director of Sari Ratu Kitchen. Ia menuturkan bahwa menjaga konsistensi menu khas seperti Ayam Pop, Rendang, dan Gulai Kepala Ikan menjadi prioritas, terutama saat Lebaran.
“Menjaga ketersediaan menu autentik kami adalah prioritas utama, terlepas dari tantangan fluktuasi harga bahan baku maupun kendala rantai pemasok,” kata Inna.
Ia juga menyebut penggunaan HelloBill membantu operasional bisnisnya lebih efisien. “Penggunaannya sangat mudah, detail, dan kami sebagai pemilik usaha langsung mendapat laporan penjualan secara real-time. Laporan dari setiap outlet juga dapat dengan mudah diakses,” ujarnya.
Di tengah dinamika industri kuliner yang dinilai semakin kompleks, pemanfaatan teknologi disebut menjadi salah satu kebutuhan untuk membantu integrasi data, mempercepat pengambilan keputusan, dan meningkatkan efisiensi, terutama pada momen krusial seperti Lebaran.
Menutup pernyataannya, Grace menyampaikan harapan agar produk POS OttoDigital dapat menjadi mitra strategis bagi pelaku bisnis F&B di Indonesia. Pada akhirnya, di balik sajian yang tersedia selama libur Lebaran, terdapat strategi dan kerja operasional yang disiapkan agar layanan tetap berjalan di tengah lonjakan permintaan.

