SEMARANG — Pelaku usaha kuliner di Kota Semarang terus mencari cara menekan biaya operasional tanpa mengurangi kualitas layanan. Salah satu upaya efisiensi dilakukan Portobello, restoran modern penyaji pizza, pasta, dan kopi yang berlokasi di Jalan Halmahera Raya 11A, Semarang.
Sejak beralih dari penggunaan LPG tabung 50 kilogram ke jaringan gas pipa (jargas) PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) pada 2020, Portobello menyebut pengeluaran gas bulanannya turun signifikan. Finance dan HR&GA Leader PT Portobello, Ayang Ardyana Susilowoti (Nana), mengatakan dampak penghematan tersebut terlihat jelas pada neraca keuangan perusahaan.
Menurut Nana, saat awal beroperasi pada 2019, dapur Portobello mengandalkan LPG tabung 50 kilogram dengan kebutuhan rata-rata 8 hingga 9 tabung per bulan. Saat itu, biaya gas sekitar Rp3 juta per bulan, bahkan harga tabung sempat mencapai Rp1 juta per tabung.
Setelah menggunakan jargas PGN, Nana menyebut tagihan gas saat kondisi ramai (high season) sekitar Rp1,2 juta per bulan. Sementara pada periode sepi (low season), nilainya disebut tidak sampai Rp1 juta. “Penghematan biaya operasional gas kami mencapai 40 hingga 60 persen,” kata Nana, Selasa, 11 Agustus 2026.
Portobello juga menilai biaya investasi awal instalasi pipa sebesar Rp6 juta sepadan dengan efisiensi yang diperoleh. Manajemen menganggap biaya penyambungan pipa dapat disusutkan sebagai beban investasi jangka panjang yang terbayar melalui penghematan bulanan.
Selain faktor biaya, Portobello menekankan aspek keandalan pasokan sebagai alasan bertahan menggunakan jargas selama lebih dari lima tahun. Penyaluran gas bumi melalui pipa dinilai memberi pasokan yang mengalir tanpa henti, yang dibutuhkan untuk mendukung operasional central kitchen.
Central kitchen Portobello mengoperasikan enam tungku kompor, dua kompor high pressure, dan satu unit oven. Nana menyebut, dengan pasokan yang stabil, staf dapur tidak perlu khawatir kehabisan gas di tengah jam operasional. Ia juga menilai kualitas dan tekanan api mendukung proses memasak, termasuk untuk menu seperti pizza Stromboli dan Calzone yang disebut dapat matang dalam 5 sampai 7 menit.
Dari sisi keselamatan kerja, penggunaan gas pipa dinilai lebih aman dan minim risiko. Restoran menerapkan prosedur dengan menutup keran utama pipa gas setiap kali operasional malam selesai.
PGN Area Semarang, menurut Nana, juga menyiagakan petugas teknis untuk mengecek instalasi dan meteran gas secara rutin satu hingga dua kali dalam sebulan guna memastikan keselamatan jaringan dan kenyamanan pelanggan komersial.
Di sisi lain, PGN menyatakan terus memperluas pemanfaatan gas bumi di Jawa Tengah untuk sektor industri besar, komersial, hingga UMKM melalui jaringan pipa maupun solusi beyond pipeline. Area Head Semarang PT PGN, Sugianto Eko Cahyono, menyebut jumlah pelanggan PGN di Jawa Tengah saat ini mencapai 22.099 yang tersebar di Semarang, Sleman, Magelang, Kendal, Batang, Demak, hingga Blora.
Sugianto mengatakan pertumbuhan pelanggan pada periode 2024–2025 tercatat mencapai 25 persen dari jumlah eksisting. Ia menyebut pertumbuhan tersebut didorong perkembangan kawasan industri seperti Kendal (KIK), Wijayakusuma (KIW), Candi (KIC), Batang (KITB), serta area industri di Demak.
Menurut Sugianto, penggunaan jargas memberi keunggulan bagi pelaku usaha, termasuk dari sisi efisiensi biaya dan pasokan yang mengalir 24 jam. Ia menyebut pelaku usaha dapat menghemat biaya energi hingga 30 persen dibanding bahan bakar gas lainnya.
Saat ini, PGN menyasar ekspansi di area tengah Kota Semarang serta kawasan industri di Semarang, Demak, Kendal, dan Batang. Untuk sektor usaha kuliner seperti hotel, restoran, kafe (horeka), katering, rumah sakit, hingga panti sosial di Semarang, Sleman, dan Yogyakarta, PGN menyatakan terus memperluas cakupan layanan.
Terkait penyambungan baru, PGN menyebut pelaku usaha dapat mendaftar secara online atau menghubungi tim sales. Tahapan berikutnya meliputi survei lokasi, evaluasi kebutuhan pasokan, penandatanganan Kontrak Jual Beli Gas, hingga pengaliran gas ke lokasi pelanggan. Biaya pemasangan disesuaikan dengan volume pemakaian serta panjang pipa.
Untuk calon pelanggan yang belum terjangkau jaringan pipa, PGN menyatakan menyediakan solusi beyond pipeline berupa GasLink (CNG). Sugianto menambahkan, PGN juga membiayai pemasangan pipa dari pipa utama hingga meter gas di lokasi pelanggan.
Selain itu, PGN meluncurkan program gratis biaya pengaliran kembali bagi pelanggan rumah tangga dan UMKM yang pernah berhenti berlangganan. Program tersebut disebut berlaku hingga akhir 2026.