Warung Rawon Bu Lisa di pojok Jalan Wilis, Kota Blitar, dikenal dengan racikan kuah yang dinilai pas di lidah. Kuahnya disebut tidak terlalu manis seperti rawon di wilayah Mataraman, namun juga tidak terlalu asin seperti cita rasa kuliner kawasan Arekan.
Lisa, perempuan berusia sekitar 60 tahun yang menjadi pemilik warung, menyambut pujian pelanggan dengan senyum dan ucapan terima kasih saat ditemui pada Selasa (31/3/2026). Nama “Bu Lisa” dipakai sebagai brand dagang yang mengadopsi nama pemiliknya.
Di warungnya, Lisa memfokuskan menu pada aneka varian rawon. Pilihan yang disajikan antara lain rawon iga, rawon buntut, rawon empal, rawon empal suwir, hingga rawon daging.
Sebelum menekuni kuliner sepenuhnya, Lisa pernah menjalankan usaha salon kecantikan di Jalan Mastrip, Kota Blitar, bernama John Salon. Usaha yang dirintis sejak 1978 itu tutup pada 2023. Sejak saat itu, Lisa mengaku lebih fokus mengelola usaha makanannya.
Selain warung rawon di Jalan Wilis yang ia jaga sendiri, Lisa juga memiliki lapak kuliner lalapan di depan toko grosir Samudera dengan nama Lalapan Cak Kholik.
Lisa bercerita bahwa kegemarannya memasak sudah muncul sejak muda dan dipengaruhi keluarga, terutama sang ibu. Kemampuannya semakin terbentuk setelah ia mengenal Wak Seneng, warga Sukorejo, Kota Blitar, yang pada masanya dikenal sebagai ahli masak. Lisa menyebut dirinya pernah belajar dari Wak Seneng.
Menurut Lisa, keterampilan kuliner Wak Seneng diwarisi ibunya, termasuk sebuah buku resep tulisan tangan yang kemudian jatuh ke tangannya. Dari buku resep itulah, ia melanjutkan salah satunya untuk membuat rawon yang kini dijual di warungnya.
Dalam keseharian, Lisa mengelola usahanya seorang diri. Ia membuka warung setiap pagi dan tutup pada pukul 18.00, mulai dari memasak hingga menyajikan makanan.
Lisa juga pernah membuka lapak makan di Medan, Sumatera Utara, saat mengikuti penugasan suaminya yang bekerja di Kantor Pos. Selama enam tahun, usaha tersebut disebutnya ramai pelanggan, terutama pegawai. Namun, lapak itu tutup ketika suaminya kembali pindah tugas, hingga akhirnya mereka kembali ke Kota Blitar sampai suaminya pensiun.
Kini, Warung Rawon Bu Lisa dan Lalapan Cak Kholik menjadi usaha yang ia tekuni sepenuhnya. Lisa berharap kelak anak-anaknya dapat melanjutkan usaha tersebut.

