BERITA TERKINI
Putri Suastini Koster Berbaur di Bulfest 2026, UMKM dan Kuliner Lokal Buleleng Jadi Perhatian

Putri Suastini Koster Berbaur di Bulfest 2026, UMKM dan Kuliner Lokal Buleleng Jadi Perhatian

BULELENG — Kehadiran Ny. Putri Suastini Koster di Buleleng Festival (Bulfest) 2026, Minggu (23/8/2026), menarik perhatian pengunjung yang memadati kawasan acara. Tanpa sekat protokoler, ia berbaur dengan masyarakat, menyapa pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta mencicipi kuliner khas Buleleng, Syobak Cikilok.

Dalam suasana festival, Putri Koster juga melayani ajakan warga untuk berfoto bersama. Ia tampak berbincang dengan pedagang maupun pengunjung. Interaksi terbuka tersebut disambut positif dan menambah semarak penyelenggaraan Bulfest 2026.

Perhatian langsung dari figur publik dinilai menjadi dukungan moral bagi pelaku UMKM sekaligus momentum untuk memperkenalkan produk kepada khalayak yang lebih luas. Bulfest 2026 pun menjadi ruang pertemuan masyarakat, pelaku seni, ekonomi kreatif, UMKM, serta berbagai potensi lokal Buleleng.

Pemerintah Kabupaten Buleleng turut mengangkat kekayaan kuliner dan suasana Kota Tua sebagai daya tarik festival. Pengenalan kuliner daerah menjadi salah satu bagian dari upaya promosi, termasuk melalui sajian Syobak Cikilok yang diperkenalkan kepada pengunjung.

Ketika produk lokal hadir di festival dengan jumlah pengunjung besar, peluang promosi dan perluasan pasar bagi pelaku usaha semakin terbuka. Dalam konteks Buleleng, kuliner dipandang bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari cerita, tradisi, dan identitas masyarakat.

Karena itu, dukungan terhadap UMKM tidak hanya berkaitan dengan modal dan pembinaan, tetapi juga akses pasar dan ruang promosi agar usaha masyarakat dapat berkembang berkelanjutan. Festival daerah dinilai dapat berfungsi sebagai etalase ekonomi, mempertemukan pedagang dengan konsumen secara langsung, sekaligus memperkenalkan produk dan cita rasa khas Buleleng kepada publik.

Bulfest 2026 yang berlangsung hingga 23 Agustus mengusung tema “Uriping Rasa” dan menghadirkan beragam kegiatan yang mengangkat budaya serta potensi lokal Buleleng. Di tengah keramaian, langkah Putri Koster menyapa pedagang, berbincang dengan warga, dan mencicipi kuliner lokal menjadi simbol pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat.

Pada akhirnya, kemeriahan Bulfest tidak hanya diukur dari jumlah pengunjung, tetapi juga dari kemampuannya menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya, kuliner, dan produk lokal. Kehadiran Putri Koster menjadi salah satu sorotan yang menegaskan peran festival sebagai ruang promosi bagi karya dan usaha masyarakat.