BERITA TERKINI
Putra Puspo Wardoyo Garap Bisnis Padel Lewat Blacksteel di Sukoharjo

Putra Puspo Wardoyo Garap Bisnis Padel Lewat Blacksteel di Sukoharjo

Sayyid Sabiq Abu Bakar Puspo Wardoyo memilih menekuni bisnis olahraga padel, alih-alih mengikuti jejak keluarga di bidang kuliner. Ia mewujudkan pilihannya melalui pendirian Blacksteel Padel di kawasan Pabelan, Sukoharjo.

Sabiq mengatakan keputusannya membuka fasilitas padel bukan sekadar mengikuti tren. Ia menilai olahraga tersebut memiliki prospek pertumbuhan, seiring berkembangnya komunitas dan ekosistem pendukungnya.

“Kalau kita lihat dari forecast proyeksi memang kita melihat padel ini olahraga yang akan tumbuh. Jadi enggak cuma fomo. Bagi kami, bagi manajemen, kita melihat ada opportunity lebih dari olahraga padel,” ujar Sabiq saat ditemui di Blacksteel Padel, Sabtu (3/10/2026).

Alumni Manajemen Bisnis Telkom University itu melihat ruang pengembangan bisnis padel cukup luas. Selain penyewaan lapangan, peluang juga terbuka melalui aktivitas komunitas, kompetisi, dan berbagai kegiatan yang tumbuh di sekitar olahraga tersebut.

Karena itu, pengelola Blacksteel tidak hanya mengejar tingkat keterisian lapangan, tetapi juga membangun keterlibatan dengan komunitas. Salah satunya melalui kolaborasi dengan komunitas Porsebank untuk penyelenggaraan turnamen, sekaligus membuka kesempatan bagi komunitas lain menggelar kompetisi di Blacksteel.

“Banyak komunitas-komunitas yang terlibat bermain di lapangan kita juga. Itu juga bentuk dari community engagement. Kita mengajak, menjalin koneksi dengan komunitas-komunitas untuk menaikkan okupansi kita,” kata Sabiq.

Langkah tersebut turut diperluas melalui keterlibatan Blacksteel dalam Indonesian Padel League sebagai klub yang mewakili Jawa Tengah. Keikutsertaan itu disebut sebagai bagian dari upaya mengikuti geliat kompetisi padel yang mulai berkembang di tingkat nasional.

Sabiq menyatakan Blacksteel tidak ingin berhenti sebagai tempat orang datang bermain lalu pulang. Konsep yang dibangun adalah sport and lifestyle, dengan menghadirkan sejumlah fasilitas pendukung dalam satu kawasan.

Blacksteel memiliki empat lapangan, terdiri dari dua lapangan berwarna merah muda dan dua lapangan berwarna biru. Selain itu tersedia sauna, cold plunge untuk pemulihan setelah berolahraga, area makanan dan minuman, tempat bermain anak, serta area parkir yang luas. Di kawasan yang sama juga hadir Sejati Coffee Shop sebagai pelengkap aktivitas pengunjung.

“Harapannya juga menaikkan okupansi dan revenue juga dan menjadi one stop destination. Ketika orang mau ngopi kemudian bisa main padel ataupun sebaliknya. Habis orang padel bisa berkunjung ke coffee shop kita,” ujar Sabiq.

Saat ini Blacksteel Padel masih dalam tahap soft launching. Pengelola juga menyiapkan pengembangan fasilitas di gedung sebelah dengan konsep lapangan yang lebih premium. Grand launching ditargetkan berlangsung paling lambat November 2026.

Untuk tarif, penyewaan lapangan dipatok Rp175.000 pada jam ramai atau prime time, sedangkan di luar jam tersebut Rp125.000.

Keputusan Sabiq masuk ke bisnis padel disebut mendapat dukungan dari sang ayah, Puspo Wardoyo. Puspo menyatakan tidak ingin seluruh anaknya harus meneruskan bisnis kuliner yang selama ini dibangun, dan memberikan kebebasan memilih bidang usaha sesuai minat masing-masing.

“Ya anak saya kan sudah remaja semua ya, sudah gede semua jadi tidak semuanya kan harus ikut saya. Saya beri kebebasan. Silakan mau apa ya, yang penting tak modali dulu,” kata Puspo.

Puspo menambahkan dukungan modal tetap diberikan, namun anak-anaknya didorong menggandeng mitra yang memahami bidang usaha yang dipilih. Untuk bisnis padel, Sabiq diarahkan bekerja sama dengan pihak yang memiliki pengalaman di industri tersebut agar usaha tidak hanya bertumpu pada modal, tetapi juga pemahaman pasar.

Puspo juga menilai Sabiq memiliki pengalaman organisasi sejak sekolah, termasuk pernah dua kali menjadi ketua OSIS, serta memiliki ketertarikan pada olahraga seperti basket dan tenis. Pengalaman itu kini coba dibawa ke dunia bisnis melalui Blacksteel Padel, dengan fokus menjadikan fasilitas tersebut bagian dari pertumbuhan komunitas padel di Solo Raya.

Ke depan, Sabiq menyebut penguatan komunitas dan turnamen akan terus didorong. Ia juga membuka peluang ekspansi ke sektor wellness dan olahraga lain yang tengah berkembang, seperti yoga, gym, dan Hyrox.