Masa libur panjang dan cuti bersama Lebaran 2026 telah berakhir. Setelah beberapa hari berkumpul bersama keluarga, menikmati hidangan khas hari raya, dan lepas dari rutinitas pekerjaan, hari pertama kembali ke kantor kerap terasa berat bagi banyak orang.
Peralihan mendadak dari suasana liburan yang santai menuju ritme kerja yang padat sering memicu rasa malas dan enggan beraktivitas. Psikolog sekaligus dosen Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Nur Islamiah, M.Psi., Psikolog, PhD, menjelaskan kondisi ini dikenal sebagai post-holiday depression atau post-holiday blues.
Menurutnya, post-holiday blues ditandai dengan tekanan emosional setelah libur panjang berakhir, seperti perasaan sedih dan hampa. Ia menambahkan, jika gejala yang dirasakan semakin berat, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi post-holiday depression.
“Jika gejala yang dirasakan semakin berat, kondisi ini dapat berkembang menjadi post-holiday depression, yaitu ditandai dengan hilangnya motivasi dan minat pada rutinitas yang biasa ditekuni, kesulitan untuk konsentrasi, kecemasan, gangguan tidur bahkan rasa putus asa,” kata Nur Islamiah, dikutip dari situs resmi IPB University, Rabu (25/3/2026).
Ia menilai fase peralihan setelah Idul Fitri tidak selalu berjalan mulus dan bisa menjadi tantangan tersendiri. Perubahan ritme dari suasana santai menjadi penuh tuntutan, termasuk tenggat waktu pekerjaan, dapat terasa membebani pikiran.
“Jika kamu mengalami satu atau lebih dari gejala post-holiday blues, maka penting untuk menyadari dan melakukan langkah-langkah yang tepat,” ujarnya.
Untuk membantu mengatasi rasa malas dan mengembalikan fokus pada pekan pertama masuk kerja setelah cuti Idul Fitri 2026, Nur Islamiah membagikan sejumlah langkah yang dapat diterapkan.
1. Mulai dari tugas yang ringan dan bertahap
Ia menyarankan agar pekerjaan disicil dari tugas paling ringan, dilakukan secara bertahap dan konsisten sebelum beralih ke tanggung jawab yang lebih kompleks. “Setelah libur panjang, jangan langsung memaksa diri bekerja dengan target yang ambisius yang biasanya justru berakhir dengan kekecewaan,” imbaunya.
2. Bangun rutinitas skala kecil
Cara lain untuk kembali produktif adalah membentuk kebiasaan kecil namun disiplin. Rutinitas ini dapat dimulai dari bangun lebih awal, menyusun daftar prioritas kerja harian, hingga menerapkan teknik manajemen fokus seperti pomodoro, yakni bekerja selama 25 menit dan diselingi istirahat lima menit. “Untuk hari pertama sampai kedua, set pomodoro sudah sangat bagus dan dapat ditingkatkan seiring waktu,” ucapnya.

