Peluang usaha waralaba di Palembang pada 2026 dinilai berpotensi ikut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Segmen yang dibidik antara lain kalangan menengah ke atas, termasuk pensiunan dan anak muda dengan kondisi finansial stabil, serta ibu rumah tangga yang ingin menambah aktivitas melalui usaha sampingan.
“Kami menyasar mereka (calon mitra) dari yang sudah pensiun, bisa juga bagi ibu rumah tangga yang memang tujuannya menambah kegiatan, utamanya untuk membangun bisnis sampingan,” kata Jahja.
Ia menilai geliat waralaba dapat meningkatkan pergerakan ekonomi di wilayah. Untuk Sumatra Selatan, Jahja menyebut pertumbuhan ekonomi tahun lalu berada di angka 5,35 persen dan ia optimistis tahun ini bisa lebih tinggi, bahkan berpeluang menyentuh kisaran 6 persen dengan dukungan dari sektor waralaba. “Kalau dilihat dari tahun lalu, Sumsel ini angka ekonominya 5,35 persen. Tahun ini, bisa lebih (5,35 persen). Animo Sumsel tinggi, bisa mencapai mungkin 6 persenan (dibantu dari sisi bisnis waralaba). Optimis ya,” ujarnya.
Selain kuliner, peluang di sektor retail juga disebut menjanjikan. Public Relation Neo Expo Promosindo, Fredy Ferdianto, mengatakan tren bisnis kuliner di Palembang menunjukkan arah positif. Ia menyebut peluang keberhasilan bisnis kuliner dapat mencapai hingga 60 persen dibandingkan bisnis retail maupun jasa.
“Animo kuliner luar biasa. Kemudian menyusul mitra waralaba lebih ke retail, karena di Palembang ini punya distribusi center, contohnya seperti Alfamart,” kata Fredy.
Sejalan dengan itu, penyelenggaraan Indonesia Franchise and Business Concept (IFBC) di Palembang disebut menjadi bagian dari upaya penguatan ekosistem usaha. IFBC di Palembang merupakan rangkaian pameran ke-177 yang diposisikan sebagai platform untuk memperkenalkan konsep bisnis franchise, kemitraan, dan peluang usaha terkini di Indonesia.
Pameran tersebut mendapatkan dukungan dari sejumlah kementerian dan lembaga strategis, antara lain Kementerian Perdagangan RI, Kementerian UMKM, Kementerian Pariwisata, serta Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Pembukaan IFBC 2026 Palembang disebut dibuka langsung oleh Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri dan Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru.

