Jember, 20 Agustus 2026 — Tim Program Mahasiswa Berdesa (Promahadesa) Universitas Jember 2026 melanjutkan rangkaian program GEMAS di Desa Baletbaru, Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember, melalui kegiatan demonstrasi masak pada Kamis (20/8/2026). Kegiatan ini mengangkat pemanfaatan bahan pangan lokal berupa singkong kayu dan jagung sebagai upaya mendorong pola konsumsi yang lebih beragam.
Demonstrasi masak tersebut dihadiri Koordinator Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) Kecamatan Sukowono Prima Nur Ardiansyah beserta jajaran, perwakilan Pemerintah Desa Baletbaru Linda, serta kader kesehatan setempat. Sekretaris Desa Baletbaru Zainuddin turut meninjau kegiatan sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program bersama ibu-ibu.
Singkong kayu dan jagung diolah menjadi dua menu, yakni Bolur (Bola Jagung Telur Kelor) dan Bola Singkong Ayam Isi Keju. Kedua menu dipilih karena menggunakan bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar dan diharapkan dapat menjadi alternatif menu yang lebih variatif bagi keluarga.
Dalam sambutannya, Prima Nur Ardiansyah menekankan pentingnya pencegahan stunting melalui pemanfaatan pangan lokal. Ia menyebut Desa Baletbaru dikategorikan sebagai desa lokus stunting di Kabupaten Jember sehingga upaya pencegahan perlu diperkuat, salah satunya dengan mengolah bahan pangan yang tersedia di sekitar.
“Desa Baletbaru dikategorikan sebagai desa lokus stunting di Kabupaten Jember. Faktor risiko terjadinya stunting juga lebih besar, maka dari itu kita perlu menekan angka kejadian stunting melalui upaya pencegahan, salah satunya dengan memanfaatkan pangan lokal yang mudah didapat di sekitar lingkungan,” ujar Prima.
Prima juga menyampaikan dukungan terhadap program yang digagas Tim GEMAS Promahadesa Universitas Jember 2026. Ia mengapresiasi fasilitasi kegiatan melalui penyediaan materi, alat, dan bahan, serta menilai pengolahan pangan lokal menjadi menu yang menarik dapat membantu ibu-ibu memahami bahwa bahan sederhana bisa dikreasikan menjadi hidangan yang lebih beragam dan bernilai tambah.
Perwakilan Pemerintah Desa Baletbaru, Linda, menilai demonstrasi masak bermanfaat untuk menambah pengetahuan dan wawasan ibu-ibu dalam mengolah pangan lokal. Ia berharap variasi menu dan inovasi yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama untuk menyediakan makanan yang lebih beragam bagi keluarga.
Selama kegiatan berlangsung, ibu-ibu mengikuti proses pengolahan secara aktif. Tim GEMAS Promahadesa memberikan penjelasan pengantar sebelum memperagakan tahapan pengolahan singkong kayu dan jagung hingga menjadi menu siap santap. Kader kesehatan dan peserta ikut memperhatikan serta mengikuti proses sehingga kegiatan berjalan interaktif.
Suasana kegiatan turut dimeriahkan dengan permainan dan pembagian doorprize. Tim GEMAS menyediakan hadiah untuk beberapa kategori nominasi, yang disambut antusias oleh peserta.
Di akhir kegiatan, Tim GEMAS Promahadesa menyampaikan bahwa informasi lanjutan terkait pencegahan stunting akan dibagikan melalui grup WhatsApp. Materi tersebut mencakup berbagai bahan dan menu pangan lokal lain yang dikemas dalam bentuk microlearning, serta tersedia dalam Buku GEMAS agar dapat dibaca kembali.
Tim Promahadesa Universitas Jember 2026 berharap demonstrasi masak ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu Desa Baletbaru dalam mengolah bahan pangan lokal, sekaligus mendorong pemanfaatan potensi pangan sekitar secara lebih kreatif untuk mendukung konsumsi pangan yang beragam.