Belajar gizi dapat dilakukan lewat cara yang lebih interaktif. Tim Living Lab Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan Universitas Brawijaya (FBIPK UB), di bawah bimbingan Dr. Riyanti Isaskar, S.P., M.Si., menggelar program GEMOY (Gummy Orange Healthy) di SDN 2 Selorejo pada 24 Juli 2026. Kegiatan ini melibatkan 12 siswa kelas 5 dan berfokus pada edukasi pentingnya konsumsi buah melalui praktik membuat gummy sehat berbahan dasar jeruk siam.
Dalam sesi pengenalan materi, siswa mendapatkan penjelasan mengenai manfaat jeruk sebagai sumber vitamin C serta pentingnya memilih camilan yang sehat. Setelah itu, tim pelaksana mendemonstrasikan tahapan pembuatan GEMOY, mulai dari persiapan bahan, pencampuran, pemanasan, hingga pencetakan gummy.
Usai demonstrasi, para siswa mempraktikkan pembuatan gummy jeruk secara berkelompok dengan pendampingan tim. Kegiatan ini juga disertai diskusi untuk memperkuat pemahaman peserta tentang pengolahan buah menjadi camilan yang menarik.
Untuk mengukur efektivitas program, panitia melakukan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil pre-test menunjukkan 75% siswa berada pada kategori tidak paham dan 25% berada pada kategori paham. Setelah kegiatan berlangsung, hasil post-test meningkat: 91,67% siswa berada pada kategori sangat paham dan 8,33% berada pada kategori paham. Data tersebut menunjukkan peningkatan pemahaman siswa mengenai gizi dan pemanfaatan buah sebagai camilan sehat.
Antusiasme siswa selama praktik dan diskusi menjadi indikasi bahwa pembelajaran berbasis praktik dapat meningkatkan minat belajar sekaligus memperkuat pemahaman tentang pola konsumsi sehat. Ke depan, program GEMOY diharapkan dapat terus diterapkan sebagai media edukasi gizi yang inovatif dan mendorong siswa lebih gemar mengonsumsi buah dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui pemanfaatan jeruk sebagai komoditas lokal, program ini juga menekankan keterampilan pengolahan pangan sederhana sejak usia dini. Kegiatan tersebut disebut mendukung SDGs 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan kesadaran hidup sehat serta SDGs 4 (Quality Education) melalui pembelajaran berbasis praktik yang interaktif.