BERITA TERKINI
Prof. Aslis Wirda Hayati Masuk 10 Besar Inovator Teknologi Kesehatan DPD RI Awards 2026

Prof. Aslis Wirda Hayati Masuk 10 Besar Inovator Teknologi Kesehatan DPD RI Awards 2026

Provinsi Riau kembali mencatatkan kontribusi dalam pengembangan inovasi kesehatan nasional melalui kiprah Guru Besar Gizi Masyarakat, Prof. Dr. Aslis Wirda Hayati, S.P., M.Si. Ia berhasil masuk dalam 10 besar kandidat kategori Inovator Teknologi Kesehatan pada DPD RI Awards 2026.

Prof. Aslis mendapatkan apresiasi berkat pengembangan inovasi kesehatan yang berfokus pada pemantauan pertumbuhan anak, pencegahan stunting, serta peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang.

DPD RI Awards 2026 merupakan ajang penghargaan yang ditujukan bagi individu, profesional, dan akademisi yang menghasilkan karya inovatif dengan manfaat nyata bagi masyarakat. Untuk kategori Inovator Teknologi Kesehatan, penilaian diberikan berdasarkan kontribusi dalam menghadirkan solusi melalui penelitian, pengembangan teknologi, maupun inovasi di bidang kesehatan.

Dalam penjelasan kategori di laman resmi DPD RI, penghargaan ini diberikan kepada individu, profesional, atau akademisi yang menghasilkan inovasi kesehatan melalui riset klinis maupun laboratorium, termasuk penemuan obat, terapi, atau alat kesehatan yang dinilai bermanfaat bagi masyarakat.

Sebagai perwakilan dari Riau, Prof. Aslis membawa inovasi yang berkaitan dengan deteksi dini pertumbuhan anak balita. Salah satu pengembangan utamanya adalah metode pemeriksaan pertumbuhan linier anak dengan memanfaatkan Pyridinium Crosslinks (Pyd) dalam urin sebagai indikator perkembangan tulang.

Selama ini, pemantauan pertumbuhan anak banyak dilakukan melalui pengukuran tinggi badan. Namun, hasil pengukuran dapat dipengaruhi berbagai faktor, seperti ketepatan alat, metode pengukuran, serta keterampilan tenaga pemeriksa.

Melalui pendekatan berbasis biomarker urin, penelitian Prof. Aslis berupaya menawarkan alternatif pemeriksaan yang lebih nyaman untuk membantu mendeteksi gangguan pertumbuhan sejak tahap awal.

Pengembangan inovasi tersebut juga telah diterapkan di masyarakat. Sejak 2023, teknologi ini dimanfaatkan untuk mendukung pemantauan sekitar 1.065 anak balita di 11 desa sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting berbasis penelitian.

Selain pengembangan teknologi deteksi pertumbuhan, Prof. Aslis juga berkontribusi dalam edukasi gizi masyarakat dengan mengangkat potensi pangan lokal guna meningkatkan kesadaran terhadap pola makan sehat.

Dalam daftar 10 besar kandidat kategori Inovator Teknologi Kesehatan DPD RI Awards 2026, Prof. Aslis tercatat bersama sembilan kandidat lainnya. Namun, rincian nama kandidat lain tidak dicantumkan dalam materi yang tersedia.