BERITA TERKINI
Poltekkes Kemenkes Medan Edukasi Lansia soal Pola Makan Sehat untuk Cegah Penyakit Degeneratif di Desa Kotasan

Poltekkes Kemenkes Medan Edukasi Lansia soal Pola Makan Sehat untuk Cegah Penyakit Degeneratif di Desa Kotasan

Dosen Poltekkes Kemenkes Medan Jurusan Gizi menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Aula Desa Kotasan, Kecamatan Galang. Program ini berfokus pada peningkatan pengetahuan lansia mengenai makanan sehat sebagai upaya pencegahan penyakit tidak menular (PTM) atau penyakit degeneratif.

Rangkaian kegiatan meliputi penyuluhan makanan sehat untuk mencegah penyakit degeneratif, pemeriksaan kadar gula darah, pengukuran tekanan darah, serta pengukuran berat dan tinggi badan untuk mengetahui status gizi peserta.

Kegiatan dipimpin Urbanus Sihotang, SKM, M.Kes, bersama Novriani Tarigan, DCN, M.Kes, serta melibatkan mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Medan. Urbanus menyampaikan bahwa PTM menjadi persoalan kesehatan yang menonjol, terutama pada kelompok lanjut usia.

Ia menjelaskan, di Indonesia kejadian penyakit degeneratif terus meningkat dari tahun ke tahun dan berdampak pada naiknya angka kesakitan dan kematian. Jenis PTM yang disebutkan meliputi hipertensi, diabetes melitus, penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung dan stroke, kanker, serta penyakit pernapasan kronis seperti PPOK dan asma.

Urbanus juga mengutip data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 yang menunjukkan kenaikan prevalensi PTM dibandingkan Riskesdas 2013. Prevalensi kanker meningkat dari 1,4% menjadi 1,8%, stroke dari 7% menjadi 10,9%, dan penyakit ginjal kronik dari 2% menjadi 3,8%. Berdasarkan pemeriksaan gula darah, diabetes melitus naik dari 6,9% menjadi 8,5%, sementara hasil pengukuran tekanan darah menunjukkan hipertensi meningkat dari 25,8% menjadi 34,1%.

Menurutnya, pengetahuan gizi merupakan salah satu faktor tidak langsung yang berkontribusi terhadap terjadinya penyakit degeneratif. Ia menilai pengetahuan yang baik dapat memengaruhi sikap dan perilaku seseorang, sehingga edukasi gizi diperlukan untuk mencegah masalah gizi sekaligus memperbaiki kebiasaan konsumsi sesuai kebutuhan.

Dalam penyuluhan, peserta diperkenalkan pada konsep gizi seimbang dengan empat prinsip, yakni keanekaragaman pangan, perilaku hidup bersih, aktivitas fisik, dan pemantauan berat badan secara teratur. Keanekaragaman pangan saat makan dijelaskan melalui panduan “Isi Piringku” yang menggambarkan komposisi 1/3 piring makanan pokok, 1/3 piring sayur, serta 1/3 piring lauk-pauk dan buah.

Dari hasil pemeriksaan, sebagian besar peserta berusia di atas 50 tahun. Pengukuran tekanan darah menunjukkan 39,5% peserta termasuk kategori tinggi (hipertensi). Berdasarkan status gizi, 19,7% peserta tergolong overweight dan 35,5% obesitas. Sementara itu, kadar gula darah tercatat 18,4% melebihi batas normal, yakni lebih dari 200 mg/dL. Penyelenggara juga menyatakan pengetahuan peserta meningkat setelah penyuluhan.

Kegiatan melibatkan kader posyandu dan masyarakat, terutama kelompok lansia, serta dibuka oleh kepala desa. Pada akhir kegiatan, tim pelaksana menyerahkan dukungan peralatan kepada mitra berupa satu timbangan digital, satu microtoise, satu alat pengukur tekanan darah digital, dan satu alat pengukur kadar gula darah.