Upaya pencegahan stunting terus didorong melalui edukasi kepada generasi muda. Pada Jumat, 7 Agustus 2026, Program Studi D3 Keperawatan Poltekkes Kemenkes Jayapura Kampus Nabire menggelar pelatihan Duta Remaja Sehat di Ruang Oikumene SMA Negeri 1 Wanggar, Kabupaten Nabire.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan kolaborasi Poltekkes Kemenkes Jayapura Kampus Nabire, Kampung Karadiri, dan SMA Negeri 1 Wanggar. Sebanyak 30 peserta mengikuti pelatihan, terdiri atas 14 remaja perwakilan Kampung Karadiri dari gereja dan pesantren, serta 16 siswa SMA Negeri 1 Wanggar.
Pelatihan bertujuan membentuk Duta Remaja Sehat yang diharapkan menjadi agen edukasi di lingkungan sebaya. Para peserta dibekali pengetahuan tentang gizi, kesehatan remaja, serta pentingnya menjaga kondisi fisik dan mental sebagai langkah awal pencegahan stunting sejak usia remaja.
Penyelenggara menjelaskan, pembentukan duta ini diharapkan menjadi jembatan penyebaran informasi kesehatan kepada sesama remaja. Melalui pendekatan teman sebaya, pesan mengenai pola hidup sehat dinilai lebih mudah diterima dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain membahas pemenuhan gizi seimbang, pelatihan juga menekankan peran remaja dalam mempersiapkan diri menjadi generasi yang sehat, produktif, dan berkualitas. Upaya tersebut disebut sejalan dengan dukungan terhadap terwujudnya Generasi Emas Indonesia melalui peningkatan kualitas kesehatan sejak dini.
Program ini menjadi salah satu kontribusi institusi pendidikan kesehatan dalam mendukung upaya pemerintah menekan angka stunting. Keterlibatan sekolah, masyarakat, serta lembaga keagamaan juga menegaskan pentingnya kolaborasi berbagai pihak untuk membangun kesadaran kesehatan di kalangan remaja.
Ke depan, para peserta yang telah mengikuti pelatihan diharapkan dapat menjadi pelopor perubahan di lingkungan masing-masing dengan mengajak teman sebaya menerapkan pola hidup sehat, menjaga kesehatan mental, serta memahami pentingnya gizi yang baik sebagai bekal menuju masa depan yang lebih berkualitas.