Aceh Barat — Polsek Sungai Mas, Polres Aceh Barat, melakukan monitoring harga kebutuhan pokok di sejumlah warung UKM dan pasar grosir di Gampong Kajueng, Kecamatan Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat, Kamis (22/1/2026) pagi. Pemantauan dilakukan untuk menjaga stabilitas harga sembako, minyak goreng curah, beras, serta gas elpiji 3 kilogram.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB itu melibatkan dua personel Polsek Sungai Mas yang turun langsung ke lapangan. Mereka memantau harga sekaligus ketersediaan barang sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga dan memastikan pasokan tetap aman menjelang akhir Januari.
Kapolres Aceh Barat AKBP Yhogi Hadisetiawan, S.I.K., M.I.K., melalui Kapolsek Sungai Mas AKP Mhd. Jahrisyah Siregar, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut rutin dilakukan sebagai bentuk dukungan kepolisian dalam membantu pemerintah daerah menjaga kestabilan harga dan mencegah praktik penimbunan kebutuhan pokok.
“Kami melaksanakan pemantauan langsung ke lapangan untuk memastikan harga bahan pokok tetap stabil dan stok barang aman. Langkah ini juga untuk mendeteksi lebih awal jika ada potensi kelangkaan maupun kenaikan harga yang signifikan,” ujar AKP Mhd. Jahrisyah Siregar.
Berdasarkan hasil monitoring, harga sejumlah komoditas di Kecamatan Sungai Mas dilaporkan masih stabil dan terkendali. Minyak goreng curah tercatat Rp13.000 per liter, beras berkisar Rp12.000 hingga Rp18.000 per kilogram, sementara gas elpiji 3 kilogram berada di kisaran Rp18.000 per tabung.
Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek juga berdialog dengan pedagang dan warga untuk menampung keluhan serta masukan terkait kebutuhan bahan pokok. Warga disebut menyambut baik pemantauan karena dinilai membantu menjaga keseimbangan harga di tingkat pedagang kecil dan konsumen.
Kapolsek menambahkan, pemantauan rutin dilakukan agar masyarakat tidak terbebani oleh lonjakan harga. Hasil monitoring juga akan menjadi bahan laporan kepada pemerintah daerah maupun Polres untuk keperluan evaluasi.
Polsek Sungai Mas menyatakan kegiatan monitoring berlangsung aman dan kondusif serta akan dilaksanakan secara berkala sebagai bagian dari dukungan terhadap upaya menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, terutama pada sektor pangan dan energi rumah tangga.

